BMKG Keluarkan Peringatan Asap di Sultra, 105 Titik Panas Terdeteksi

Daerah26 Dilihat

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluarkan peringatan terkait kondisi asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sultra. Hasil pemantauan menunjukkan adanya asap tipis yang menyelimuti langit Sulawesi Tenggara dengan jarak pandang berkisar 8–9 kilometer.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui Siaran Pers Nomor e.B/ME.02.04/216/KKN/I/IX/2026 tentang Waspada Asap Wilayah Sulawesi Tenggara, tertanggal 3 Oktober 2026.

BMKG menyebut, pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal teramati di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya pada pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang turun hingga kurang dari 5 kilometer.

Sementara itu, kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 di wilayah Kota Kendari sejak dini hari hingga sore hari berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi 15,5–55,4 µg/m³.

Kualitas udara kemudian diperkirakan kembali berada pada kategori baik pada sore hingga malam hari. Namun, BMKG memperkirakan pola tersebut masih dapat berulang dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG menunjukkan terdapat 105 titik panas di wilayah Sulawesi Tenggara pada 3 Oktober 2026. Titik panas dengan jumlah terbanyak terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Bombana.

Berdasarkan arah angin yang bertiup dari Timur hingga Timur Laut serta pemantauan satelit Himawari-9, BMKG menyebut sebaran asap yang masuk ke wilayah Sultra berasal dari luar wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebaran asap tersebut diperkirakan berasal dari wilayah Papua Selatan dan Maluku, kemudian terbawa masuk ke Sulawesi Tenggara mengikuti pola pergerakan angin.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Sultra memprakirakan potensi asap dengan kategori sedang dalam tiga hari ke depan di sejumlah wilayah.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar serta memperbanyak minum air putih.

Masyarakat juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap mulai terasa pekat. Sementara kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Kondisi jarak pandang juga perlu menjadi perhatian bagi pengguna jalan. BMKG mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan.

Hal serupa berlaku bagi pengguna transportasi laut dan penerbangan. Penurunan jarak pandang akibat asap perlu diantisipasi untuk menjaga keselamatan perjalanan.

BMKG juga meminta masyarakat terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi lingkungan melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait. Informasi tersebut diperlukan untuk mendukung langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui akun Facebook Info BMKG Sultra, Instagram @bmkgmaritimkendari, situs resmi BMKG, serta aplikasi Info BMKG pada perangkat iOS dan Android.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perkembangan kondisi asap dalam beberapa hari ke depan dan segera mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara maupun jarak pandang kembali memburuk.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *