MUNA, LINKSULTRA.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Muna mulai mempersiapkan tim sepak bola untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026. Seleksi pemain dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026, dengan melibatkan calon pemain muda dari empat zona wilayah Kabupaten Muna.
Sekretaris PSSI Muna, Muhammad Rezki Rianto, S.STP., M.M., mengatakan persiapan tim sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, pelaksanaan seleksi baru diumumkan setelah mempertimbangkan waktu yang tepat serta berbagai keterbatasan yang dihadapi.
Menurutnya, persiapan yang terlalu panjang juga berpotensi menimbulkan kejenuhan bagi para pemain. Karena itu, PSSI Muna memilih waktu yang dinilai tepat agar proses pembentukan tim dapat berjalan efektif.
“Tim sepak bola Kabupaten Muna untuk Porprov 2026 sebenarnya sudah lama kami siapkan. Kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan pelaksanaan seleksi,” ujar Rezki.
Ia menjelaskan, waktu sekitar satu bulan diharapkan cukup untuk membentuk tim yang kompetitif. Terlebih, pihaknya meyakini Kabupaten Muna memiliki banyak pemain muda potensial yang tersebar di berbagai wilayah.
Rezki menegaskan, seleksi tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa Kabupaten Muna memiliki talenta sepak bola yang layak diperhitungkan.
PSSI Muna menargetkan pemain kelahiran 2004 hingga 2006 dapat mengikuti proses seleksi tersebut. Para peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kualitas, kemampuan teknis, serta kesiapan bersaing memperebutkan tempat dalam tim Porprov Muna.
Seleksi Dibagi Empat Zona
Berdasarkan pengumuman seleksi, kegiatan akan dimulai pukul 12.00 WITA hingga selesai. Pelaksanaannya dibagi menjadi empat zona untuk menjangkau pemain dari berbagai kecamatan.
Zona Muna Timur meliputi Batukara, Maligano, Wakorumba Selatan, Pasikolaga, dan Pasir Putih. Seleksi di zona ini dipusatkan di Lapangan Maligano.
Zona Muna Selatan mencakup Tongkuno Selatan, Tongkuno, Marobo, Parigi, Bone, Kabawo, Kontukowuna, dan Kabangka. Seleksi akan berlangsung di Lapangan Sahara, Kecamatan Kabawo.
Sementara itu, Zona Muna Tengah meliputi Lohia, Duruka, Watopute, Bata Laiworu, dan Katobu. Lokasi seleksi berada di Lapangan Liabalano, Kecamatan Kontunaga.
Adapun Zona Muna Utara mencakup Towe a, Napabalano, dan Lasalepa. Seleksi dijadwalkan berlangsung di Lapangan Desa Labone.
Pembagian wilayah tersebut diharapkan memberikan kesempatan yang lebih merata kepada pemain muda untuk mengikuti seleksi tanpa harus terkendala jarak antarkecamatan.
Tanggapi Kekecewaan Pencinta Sepak Bola
Terkait berbagai tanggapan dan kekhawatiran masyarakat di media sosial mengenai persiapan tim sepak bola Muna, Rezki menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.
Ia memahami bahwa sepak bola memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Karena itu, kecemasan para pencinta sepak bola terhadap kesiapan tim daerah dinilainya sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan sepak bola Muna.
“Kami memahami kekhawatiran teman-teman yang mencintai sepak bola. Itu hal yang wajar. Namun, ada hal-hal yang memang perlu kami tanggapi dan ada pula yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembentukan tim memahami bahwa sepak bola merupakan olahraga rakyat yang memiliki basis kuat, mulai dari tingkat akar rumput hingga kompetisi yang lebih tinggi.
Menurut Rezki, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Muna memiliki pemain sepak bola. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaring talenta terbaik yang akan memperkuat tim daerah pada Porprov 2026.
Pemain yang Telah Seleksi di Daerah Lain Tetap Diberi Kesempatan
Rezki juga menanggapi kemungkinan adanya pemain asal Muna yang telah mengikuti seleksi atau mendapatkan kesempatan bergabung dengan tim dari kabupaten lain.
Ia menegaskan, keputusan setiap pemain merupakan pilihan masing-masing. Pihaknya memahami jika ada pemain yang mempertimbangkan kesempatan, fasilitas, maupun tawaran yang diberikan daerah lain.
Meski demikian, ia berharap para pemain tetap memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya dan mempertimbangkan kesempatan untuk memperkuat Kabupaten Muna.
“Dengan segala hormat, jika dalam waktu dekat ada pemain yang ingin bergabung bersama tim Porprov Muna, kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Kami sangat mengapresiasi siapa pun yang ingin bersama-sama membangun sepak bola daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keterbatasan yang dimiliki daerah bukan alasan untuk berhenti membangun sepak bola. Menurutnya, pembentukan tim membutuhkan dukungan, kebersamaan, serta kepedulian semua pihak, termasuk para pemain yang memiliki potensi.
Libatkan Pemerintah Desa
Dalam proses persiapan tersebut, Rezki menyebut terdapat sejumlah pihak yang turut memberikan perhatian terhadap pembinaan sepak bola muda di Kabupaten Muna.
Beberapa di antaranya adalah Kepala Desa Labone, Kepala Desa Liabalano, dan Kepala Desa Laiba. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat membantu menjaring serta mengembangkan talenta-talenta muda di daerah.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan seleksi, tetapi berlanjut menjadi upaya bersama dalam membangun pembinaan sepak bola yang lebih baik.
Melalui seleksi yang dijadwalkan pada 8 November 2026, PSSI Muna berharap dapat menemukan pemain-pemain terbaik yang siap memperkuat daerah pada Porprov Sultra 2026.
Rezki pun mengajak para pemain muda yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menurutnya, membela daerah sendiri merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk ikut mengharumkan nama Kabupaten Muna di bidang olahraga.










































