RSUD Bahteramas Bangun Gedung Delapan Lantai untuk Tingkatkan Kapasitas Pelayanan

KENDARI, LINKSULTRA.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan pembangunan gedung baru delapan lantai untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka untuk mengatasi keterbatasan ruang perawatan di rumah sakit rujukan utama di Sultra tersebut.

Direktur Utama RSUD Bahteramas Sultra, dr. Sukirman, menjelaskan bahwa tingginya rujukan pasien dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu faktor yang meningkatkan beban pelayanan rumah sakit.

Sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi, RSUD Bahteramas menerima pasien dari berbagai daerah yang membutuhkan penanganan medis lanjutan, termasuk pasien dengan kondisi kritis maupun pasien yang memerlukan layanan spesialistik.

Menurut Sukirman, tingginya jumlah pasien rujukan berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang disebut mencapai sekitar 98 persen pada ruang perawatan tertentu.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan tempat tidur menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk pelayanan yang membutuhkan fasilitas khusus seperti ruang Intensive Care Unit (ICU) dan layanan kemoterapi.

Akibatnya, pasien yang dirujuk terkadang harus menunggu ketersediaan tempat tidur atau fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Situasi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kapasitas pelayanan RSUD Bahteramas, mengingat rumah sakit tersebut menjadi tujuan rujukan masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Gubernur Perintahkan Percepatan Pembangunan

Selama ini, tingginya kebutuhan layanan kesehatan kerap menyebabkan antrean pasien rawat inap di RSUD Bahteramas. Ketika ruang perawatan penuh, sebagian pasien harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga tersedia tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan medis mereka.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka memerintahkan agar pembangunan gedung tambahan segera dipersiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Perintah tersebut ditindaklanjuti oleh manajemen RSUD Bahteramas melalui rencana pembangunan gedung baru setinggi delapan lantai. Fasilitas ini diproyeksikan menambah kapasitas rumah sakit sebanyak 150 tempat tidur baru.

Penambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi antrean pasien rawat inap dan penumpukan pasien di IGD, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat, layak, dan berkualitas.

Direktur Utama RSUD Bahteramas, dr. Sukirman, mengatakan pembangunan gedung tambahan merupakan salah satu langkah yang disiapkan pemerintah provinsi untuk menjawab kebutuhan pelayanan rumah sakit yang terus meningkat.

“Karena itulah Pak Gubernur memerintahkan pembangunan gedung tambahan untuk ruang perawatan. Harapannya, persoalan penumpukan pasien di IGD bisa diatasi dengan lebih baik, baik untuk pasien ICU maupun pasien lain yang membutuhkan perawatan,” jelas Sukirman.

Menurutnya, penambahan tempat tidur akan membantu rumah sakit meningkatkan daya tampung pasien. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disertai kesiapan fasilitas medis, tenaga kesehatan, dan sarana pendukung lainnya agar pelayanan berjalan optimal.

Pembangunan Gedung Delapan Lantai Masih Tahap Perencanaan

Sukirman mengungkapkan, rencana pembangunan gedung baru delapan lantai tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah provinsi bersama pihak rumah sakit tengah mempersiapkan tahapan yang diperlukan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

“Untuk saat ini, rencana pembangunan gedung baru masih dalam proses perencanaan. Mudah-mudahan Januari sudah bisa dilakukan groundbreaking,” ujarnya.

Tahun pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking tersebut masih perlu dipastikan sesuai jadwal resmi pembangunan.

Rencana pembangunan gedung baru RSUD Bahteramas sebelumnya juga telah disampaikan Gubernur Sultra saat mengunjungi rumah sakit tersebut pada 8 Maret 2026. Dalam kunjungan itu, gubernur meminta agar persiapan pembangunan segera dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara.

Gedung delapan lantai dengan rencana tambahan 150 tempat tidur tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien rujukan dari berbagai daerah.

Tingginya Rujukan Pasien Jadi Tantangan

Sukirman menjelaskan, RSUD Bahteramas menerima rujukan pasien dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap ruang perawatan dan layanan spesialistik terus menjadi perhatian.

Tingginya keterisian tempat tidur menjadi tantangan tersendiri, terutama pada ruang perawatan yang memerlukan fasilitas khusus seperti Intensive Care Unit (ICU) dan layanan kemoterapi.

Ia menyebut tingkat keterisian tempat tidur ICU dapat mencapai sekitar 98 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap fasilitas perawatan intensif di tengah arus rujukan pasien dari berbagai daerah.

Sebagai pembanding, data Pemerintah Provinsi Sultra mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau BOR RSUD Bahteramas secara keseluruhan sebesar 81,29 persen pada 2024. Angka tersebut merupakan BOR seluruh rumah sakit, bukan khusus ruang ICU.

Karena itu, data BOR keseluruhan rumah sakit dan BOR pada unit perawatan tertentu perlu dibedakan berdasarkan cakupan serta periode pengukurannya.

Sukirman menegaskan bahwa pasien yang telah tiba di rumah sakit, terlebih dalam kondisi darurat, tetap harus mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

“Kalau pasien sudah datang, tidak mungkin kita mengusirnya. Apalagi kalau pasien dalam kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera. Rumah sakit tetap harus memberikan penanganan sesuai kondisi pasien,” ujarnya.

Ketika tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan pasien telah terisi, rumah sakit perlu melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya tanpa mengabaikan kondisi klinis dan tingkat kegawatdaruratan pasien.

Optimalisasi Sistem Rujukan Online

Selain menambah kapasitas melalui pembangunan gedung baru, Sukirman menilai optimalisasi sistem rujukan online menjadi langkah penting untuk memperbaiki alur pelayanan pasien.

Menurutnya, sistem tersebut membantu fasilitas kesehatan mengetahui ketersediaan tempat tidur di rumah sakit tujuan sebelum pasien dirujuk.

Dengan informasi yang lebih akurat, proses rujukan diharapkan dapat dilakukan secara terencana sehingga pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan dan kapasitas sesuai kebutuhan medisnya.

“Rujukan online ini penting untuk dioptimalkan. Dengan sistem tersebut, fasilitas kesehatan bisa mengetahui ketersediaan tempat tidur di rumah sakit tujuan sehingga proses rujukan dapat lebih terencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara rumah sakit pengirim dan rumah sakit penerima perlu diperkuat, terutama mengenai kondisi pasien, kebutuhan penanganan, serta ketersediaan fasilitas.

Menurut Sukirman, terdapat sejumlah rumah sakit yang dapat menjadi alternatif rujukan sesuai kebutuhan medis pasien. Karena itu, penentuan rumah sakit tujuan perlu mempertimbangkan kemampuan pelayanan masing-masing rumah sakit, bukan hanya terpusat pada satu fasilitas kesehatan.

Meski demikian, penentuan rumah sakit tujuan harus tetap memperhatikan kondisi klinis pasien, ketersediaan fasilitas, kompetensi tenaga medis, dan koordinasi antarrumah sakit.

Untuk pasien dalam kondisi kritis, proses koordinasi rujukan juga harus berjalan seiring dengan penanganan kegawatdaruratan agar persoalan administrasi maupun keterbatasan tempat tidur tidak menyebabkan tertundanya pertolongan medis.

Perkuat Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Sukirman menegaskan bahwa pembangunan gedung delapan lantai merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjawab tantangan kapasitas pelayanan RSUD Bahteramas.

Ia mengakui pembangunan fasilitas kesehatan membutuhkan tahapan yang tidak singkat, mulai dari perencanaan, persiapan teknis, penganggaran, hingga pelaksanaan konstruksi.

Karena itu, seluruh tahapan tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan fasilitas yang mampu menunjang kebutuhan pelayanan rumah sakit.

“Prosesnya memang tidak cepat. Tetapi pembangunan gedung ini merupakan salah satu solusi yang sedang digagas oleh Pak Gubernur untuk mengatasi persoalan pelayanan, termasuk penumpukan pasien di IGD,” katanya.

Melalui pembangunan gedung baru tersebut, RSUD Bahteramas diharapkan memiliki kapasitas pelayanan yang lebih memadai untuk melayani masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Penambahan 150 tempat tidur baru diharapkan memperluas daya tampung rumah sakit dan mendukung pelayanan rawat inap yang lebih baik. Upaya tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan peralatan medis, penguatan sistem rujukan, serta pembenahan pengelolaan tempat tidur.

Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan perbaikan sistem pelayanan, RSUD Bahteramas diharapkan dapat semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan perawatan intensif dan layanan spesialistik.

Pembangunan gedung delapan lantai tersebut diharapkan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat Sultra yang lebih sehat.

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *