KENDARI, LINKSULTRA.COM – Sebanyak 107 atlet dari 11 klub ambil bagian dalam Turnamen Gateball Piala Merdeka Antar Klub se-Kota Kendari yang digelar di Lapangan Gateball Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (24/7/2026).
Kejuaraan yang diselenggarakan Pergatsi Kota Kendari bersama Pergatsi Sulawesi Tenggara itu mempertandingkan tiga kategori, yakni dobel putra, dobel putri, dan beregu campuran.
Turnamen digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ajang pembinaan atlet menuju Porprov, Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pembukaan turnamen dihadiri jajaran Pengurus Pergatsi Sultra, di antaranya Wakil Ketua Marteen Efendi Patulak, Sekretaris Umum Syukriyanto, La Liusu, Ketua Pergatsi Kota Kendari Agus Melon, para pengurus klub, pelatih, wasit, serta ratusan atlet peserta.
Wakil Ketua Pergatsi Sultra, Marteen Effendi Patulak, mengatakan Turnamen Gateball Piala Merdeka merupakan wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.
“Hari ini kami menggelar Open Tournament Piala Merdeka dengan menghadirkan 11 klub. Harapannya turnamen ini menjadi ajang mencari bibit-bibit atlet terbaik Sulawesi Tenggara untuk dipersiapkan menghadapi Porprov, Kejurnas hingga PON,” ujarnya.

Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sultra ini menjelaskan, olahraga gateball di Sulawesi Tenggara terus menunjukkan perkembangan positif. Meski masih tergolong cabang olahraga baru, jumlah pencinta dan atlet terus bertambah dari tahun ke tahun.
Ia mengungkapkan, gateball mulai diperkenalkan di Sultra pada 2013 dan semakin berkembang setelah mendapat pembinaan dari pemerhati gateball nasional. Kini Sultra telah beberapa kali menorehkan prestasi pada berbagai turnamen tingkat nasional.
“Sudah banyak masyarakat yang mengenal dan memainkan gateball. Atlet kita juga terus berkembang dan beberapa kali berhasil meraih prestasi di tingkat nasional,” katanya.
Menurut Effendi, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah anggapan bahwa gateball hanya dimainkan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Padahal, saat ini olahraga tersebut telah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Gateball memang berkembang dari lingkungan PU, tetapi sekarang masyarakat umum sudah mulai memainkan olahraga ini. Yang diperlukan adalah dukungan sarana dan prasarana agar pembinaannya semakin optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pergatsi Kota Kendari, Agus, mengatakan Turnamen Piala Merdeka merupakan edisi kedua yang diikuti 11 klub di bawah naungan Pergatsi Kota Kendari dengan total 107 atlet.
Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi hasil pembinaan sekaligus mempererat silaturahmi antarklub gateball.
“Turnamen ini merupakan bagian dari persiapan kami menghadapi Porprov sekaligus sebagai ajang pembinaan atlet. Melihat antusiasme dan kemampuan atlet yang ada, kami optimistis mampu meraih hasil terbaik pada Porprov mendatang,” ujarnya.
Agus menambahkan, Pergatsi Kota Kendari akan terus bersinergi dengan Pergatsi Sultra melalui berbagai kegiatan pembinaan, termasuk pelatihan dan sertifikasi pelatih maupun wasit nasional.
Di tempat yang sama, Bidang Pembinaan dan Prestasi Pergatsi Sultra yang juga pelatih serta wasit berlisensi nasional, Rahmat Sanusi, mengatakan fasilitas latihan gateball di Sultra terus bertambah sehingga mampu menunjang peningkatan prestasi atlet.
Menurutnya, saat ini Sultra telah memiliki sejumlah lapangan latihan, di antaranya dua lapangan di SDA Bina Marga, dua lapangan di Balai Wilayah Sungai, lapangan di BPBPK, serta memanfaatkan lapangan Korem sebagai lokasi latihan.
“Alhamdulillah sarana latihan kita semakin baik. Dukungan Pemerintah Provinsi dan KONI juga cukup besar, termasuk saat mengikuti Kejurnas dan PON. Harapan kami ke depan perhatian terhadap gateball semakin meningkat karena atlet Sultra memiliki potensi yang besar,” katanya.
Rahmat mengakui Sultra masih membutuhkan tambahan pelatih dan wasit bersertifikat nasional. Saat ini daerah tersebut baru memiliki satu pelatih nasional dan satu wasit nasional.
“Melalui berbagai agenda seperti Porprov, Kejurda, dan Kejurnas nanti, kami akan mengupayakan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi agar Sultra memiliki lebih banyak pelatih dan wasit nasional,” pungkasnya.
Melalui Turnamen Gateball Piala Merdeka 2026, Pergatsi Sultra berharap pembinaan olahraga gateball semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
Laporan : Rul R.















































