KONKEP, LINKSULTRA.COM – Senja perlahan turun di Desa Lapulu, Kecamatan Wawonii Timur. Langit berwarna jingga menjadi saksi kedatangan rombongan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Daerah.
Di pelataran Masjid Al Ismail, masyarakat telah menanti dengan wajah penuh harap. Kehadiran Bupati Rifqi Saifullah Razak, ST bersama Wakil Bupati Muhamad Farid, SE bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud silaturahmi dan komitmen kepemimpinan yang ingin selalu dekat dengan masyarakat.
Bagi warga Munse Raya, kedatangan pemimpin daerah di bulan suci terasa seperti kunjungan keluarga sendiri—membawa sapaan hangat, doa, serta semangat kebersamaan. Anak-anak tampak berlarian kecil di halaman masjid menjelang waktu berbuka, sementara para orang tua duduk bersila berbincang penuh keakraban.

Ketika azan Magrib berkumandang, suasana berubah khusyuk. Saf-saf salat terisi rapat, menyatukan pejabat dan masyarakat dalam barisan yang sama—tanpa sekat, tanpa jarak. Ramadan menghadirkan kesetaraan dan kebersamaan dalam satu tujuan: mengharap ridha Allah SWT.
Usai salat Magrib dan sebelum Tarawih dimulai, Wakil Bupati Muhamad Farid menyampaikan tausiyah Ramadan. Dengan suara tenang dan penuh penghayatan, ia mengangkat tema tentang keutamaan membangun masjid karena Allah SWT.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Man banaa masjidan lillahi banallahu lahu baitan fil jannah.”
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan rumah baginya di surga.”

Pesan itu terasa begitu dekat dengan kehidupan warga Lapulu. Di desa yang terus bertumbuh, masjid bukan hanya bangunan fisik, melainkan pusat denyut kehidupan. Di sanalah anak-anak belajar mengaji, para orang tua bermusyawarah, dan masyarakat saling menguatkan dalam suka maupun duka.
Dalam ceramahnya, Muhamad Farid juga mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah pertama kali membangun masjid sebagai pusat peradaban umat. Masjid, menurutnya, bukan sekadar tempat sujud, tetapi juga ruang tumbuhnya ilmu, persaudaraan, dan nilai-nilai kebaikan bersama.
“Semoga Masjid Al Ismail menjadi cahaya Islam yang menerangi desa ini, menjadi tempat tumbuhnya persatuan, pengetahuan, dan kemaslahatan umat,” tuturnya di hadapan jamaah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan menyerahkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp10 juta kepada pengurus Masjid Al Ismail. Selain itu, bantuan mukena juga diberikan kepada ibu-ibu Majelis Ta’lim Munse Raya.
Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin hanya angka dan barang. Namun bagi warga Lapulu, itu adalah simbol perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap rumah ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.
Safari Ramadan ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang program dan kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan sentuhan kemanusiaan. Pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat nilai religius dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Di bawah langit Ramadan yang hening, malam itu bukan hanya doa yang terangkat ke langit. Di Masjid Al Ismail, harapan pun tumbuh—perlahan namun pasti—menerangi perjalanan masyarakat menuju Konawe Kepulauan yang religius, harmonis, dan sejahtera. (ADV)










































