Di Balik Sukses Festival Liangkobori IV, Ridwan Badallah Tegaskan Peran Kolaborasi

MUNA, LINKSULTRA.COM – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Festival Liangkobori IV merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak yang sejak awal bekerja bersama dalam mempersiapkan hingga menyukseskan agenda budaya tersebut.

Menurut Ridwan, Festival Liangkobori IV menjadi bukti bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat mampu menghadirkan sebuah agenda budaya berskala nasional yang berdampak bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Festival Liangkobori IV didukung melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 pada Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara. Selain itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut memberikan dukungan melalui Bank Sultra, Bahteramas, serta Bank Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan UMKM sektor pariwisata.

“Seluruh dukungan tersebut terbangun melalui orkestrasi yang intens, terstruktur, dan berjalan baik di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara,” ujar Ridwan.

Ia mengatakan, penyelenggaraan festival juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkobori, panitia pelaksana dari Komunitas Pemuda Liangkobori, serta sponsorship dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan mitra strategis lainnya yang memiliki komitmen terhadap pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara.

Ridwan mengungkapkan, salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah pembangunan pagar permanen di kawasan Situs Liangkobori yang didukung oleh Bank Indonesia. Menurutnya, dukungan itu lahir melalui komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif antara Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, dan Bank Indonesia, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.

Selain itu, Ridwan menegaskan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah pejabat Eselon I kementerian dalam Festival Liangkobori IV merupakan hasil harmonisasi dan kerja sama yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sultra, Pemerintah Kabupaten Muna, Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkobori, panitia pelaksana dari Komunitas Pemuda Liangkobori, serta tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara, La Ode Syarif.

“Kehadiran Menteri, Wakil Menteri, serta sejumlah pejabat Eselon I kementerian merupakan hasil akselerasi dan kontribusi positif dari Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, serta dukungan tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara, La Ode Syarif, dan Kepala Desa Liangkobori. Sementara pihak lainnya pada dasarnya merupakan tamu yang diundang dalam kegiatan tersebut,” kata Ridwan.

Ia juga menilai terdapat beberapa tokoh yang memanfaatkan momentum Festival Liangkobori IV untuk membangun citra pribadi. Padahal, menurutnya, mereka tidak memberikan kontribusi yang berarti, baik secara material maupun nonmaterial, dalam proses persiapan maupun penyelenggaraan kegiatan.

Ridwan berharap semangat kolaborasi yang telah dibangun dapat terus dipertahankan sehingga Festival Liangkobori dapat berkembang menjadi agenda budaya unggulan Sulawesi Tenggara yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan Festival Liangkobori. Dengan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, festival ini akan terus menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Muna dan Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *