SMPN 3 Wawonii Tenggara Terapkan Absensi Digital, Enam Chromebook Disiapkan

Daerah16 Dilihat

KONKEP, LINKSULTRA.COM – SMP Negeri 3 Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, terus mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan sistem absensi digital bagi seluruh peserta didik pada Senin (12/10/2026).

Penerapan sistem ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan. Meski berada jauh dari pusat ibu kota, SMPN 3 Wawonii Tenggara berupaya menghadirkan inovasi digital untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih modern.

Kepala SMPN 3 Wawonii Tenggara, Kasirun, S.Pd., mengatakan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan modernisasi fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membangun budaya kerja yang lebih efektif.

“Meskipun sekolah kami berada di wilayah yang terbilang jauh dari pusat ibu kota, adaptasi terhadap teknologi dan digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi digital demi memajukan mutu serta standar kualitas SMPN 3 Wawonii Tenggara,” ungkap Kasirun.

Ia menjelaskan, penerapan absensi digital juga diarahkan untuk membentuk karakter disiplin peserta didik. Melalui pencatatan kehadiran secara digital, pihak sekolah dapat memantau kedisiplinan siswa dengan lebih mudah, akurat, dan objektif.

Kasirun menegaskan, penggunaan sistem tersebut merupakan langkah awal dari rencana pengembangan digitalisasi di lingkungan sekolah. Ke depan, pihaknya berupaya menghadirkan berbagai pembaruan berbasis teknologi untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik.

“Inovasi ini adalah langkah awal dari peta jalan digitalisasi yang sedang kami bangun di sekolah. Kami akan terus melangkah maju dan menghadirkan pembaruan berbasis teknologi lainnya demi mendukung tumbuh kembang potensi peserta didik di era digital,” tegasnya.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, sistem absensi digital juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi administrasi guru. Proses pencatatan dan rekapitulasi kehadiran yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat disederhanakan melalui sistem digital.

“Hadirnya sistem absensi digital ini sangat membantu efisiensi waktu di sekolah. Para guru kini tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi kehadiran secara manual yang memakan waktu, sehingga fokus perhatian dapat sepenuhnya dicurahkan pada proses pembelajaran di kelas,” jelas Kasirun.

Sementara itu, salah seorang guru SMPN 3 Wawonii Tenggara, Jubirman, S.Pd., M.Pd., menerangkan bahwa sistem absensi digital diberlakukan bagi seluruh peserta didik pada dua waktu, yakni saat kedatangan pada pagi hari dan kepulangan pada siang hari.

Mekanisme penggunaannya dirancang sederhana. Setiap siswa cukup memindai barcode yang terdapat pada Kartu Pelajar menggunakan layar monitor komputer yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Untuk memastikan proses absensi berjalan lancar, sekolah menyediakan enam unit Chromebook yang digunakan secara bersamaan. Penyediaan perangkat tersebut bertujuan mempercepat proses pemindaian sekaligus menghindari penumpukan antrean siswa saat datang maupun pulang sekolah.

“Pemanfaatan enam unit Chromebook dalam sistem absensi ini dirancang secara matang agar proses pemindaian berjalan cepat dan lancar. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta didik dapat mencatatkan kehadirannya tanpa perlu membuang waktu dalam antrean yang panjang,” ujar Jubirman.

Guru mata pelajaran Matematika tersebut menambahkan, penerapan teknologi pemindaian barcode juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan demikian, sistem absensi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan kehadiran, tetapi juga menjadi sarana pengenalan teknologi yang diharapkan dapat meningkatkan kecakapan digital peserta didik sejak dini.

“Penggunaan Chromebook sebagai media absensi menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi mereka dalam memahami fungsi nyata teknologi untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Penerapan sistem baru tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta didik. Salah satunya, Firnayanti, mengaku senang dengan kemudahan yang ditawarkan melalui sistem absensi digital di sekolahnya.

Menurutnya, proses pencatatan kehadiran menjadi lebih praktis karena siswa hanya perlu memindai barcode pada Kartu Pelajar melalui perangkat Chromebook tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk mengantre.

“Proses absensinya sangat mudah dan seru. Kami tinggal melakukan scan barcode di Kartu Pelajar ke layar Chromebook saat datang dan pulang sekolah, lalu data kami langsung terdata secara cepat tanpa harus mengantre lama,” kata Firnayanti.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk meningkatkan semangat belajar serta meraih prestasi.

Melalui penerapan absensi digital ini, SMPN 3 Wawonii Tenggara menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan dapat dilakukan secara bertahap, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih disiplin, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *