KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bertempat di Kendari.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura, Dr. LM Rusdin Jaya pada salah satu hotel Kendari, Selasa 17 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Rusdin Jaya menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, khususnya di subsektor perkebunan dan hortikultura.
Menurutnya, penyuluh tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai katalis perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Transformasi dari pengetahuan ke praktik, dari kebijakan ke implementasi, dan dari potensi menjadi prestasi petani, sangat bergantung pada para penyuluh,” tegasnya di hadapan peserta dan undangan.
Ia juga mengapresiasi status baru para penyuluh sebagai PPPK, yang merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis mereka. Namun, Rusdin menekankan bahwa status ini membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar.
“PPPK harus tampil sebagai aparatur profesional yang bekerja berdasarkan target kinerja, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat tani,” ujarnya.
Bimtek ini diikuti oleh para penyuluh dari seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dan didampingi langsung oleh pelatih dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku, di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Rusdin Jaya juga menyinggung wacana nasional terkait restrukturisasi kelembagaan penyuluhan yang sedang digodok pemerintah pusat, termasuk kemungkinan integrasi penyuluh ke dalam struktur Kementerian Pertanian.
Ia mengingatkan agar para penyuluh siap menghadapi segala perubahan kelembagaan, namun tetap teguh pada semangat pengabdian di tengah masyarakat tani.
“Di manapun kelembagaannya nanti, esensi penyuluh tetap satu: hadir di tengah petani sebagai penggerak perubahan dan penjaga keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk aktif selama mengikuti bimtek, serta menjadikan forum ini sebagai ruang belajar yang produktif untuk berbagi solusi atas tantangan di lapangan.
Di akhir sambutannya, Rusdin menitipkan pesan kepada para penyuluh agar menjadi figur yang inspiratif dan dirindukan petani.
“Jadilah sumber solusi, bukan pembawa keluhan. Gunakan status PPPK untuk membangun kepercayaan dan solidaritas sosial dengan petani,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mendampingi petani secara lebih efektif dan adaptif, guna mendorong kemajuan sektor perkebunan dan hortikultura di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Rul R.










































