BI dan Pemprov Sultra Perkuat UMKM Lewat Sultra Maimo 2026, Dorong Go Digital hingga Tembus Pasar Ekspor

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Sultra Maimo 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas, memanfaatkan teknologi digital, hingga mampu menembus pasar ekspor.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Menurutnya, sektor tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Pengembangan UMKM tidak lagi hanya sebatas program pemberdayaan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah melalui peningkatan produktivitas, penguatan industri kreatif, dan pengembangan potensi unggulan Sulawesi Tenggara,” ujarnya di Kendari, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, Sulawesi Tenggara memiliki beragam produk unggulan mulai dari hasil perikanan, kopi, produk olahan pangan, kerajinan, wastra hingga kuliner khas daerah. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan produk, melainkan meningkatkan nilai tambah, memenuhi standar mutu, memperluas akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, hingga mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam mendukung transformasi digital UMKM, Gubernur mengapresiasi peran Bank Indonesia yang terus memperluas penggunaan QRIS di Sulawesi Tenggara. Hingga Triwulan II Tahun 2026, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna atau tumbuh 23,20 persen secara tahunan. Sementara jumlah merchant mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha dengan pertumbuhan 28,49 persen dan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.

Selain digitalisasi, perluasan akses pasar juga menjadi fokus pemerintah daerah melalui pembentukan Gerai Ekspor Sultra (GETRA). Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui GETRA, pelaku UMKM akan memperoleh layanan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor agar semakin banyak produk unggulan Sulawesi Tenggara mampu memenuhi standar pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan Sultra Maimo bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, industri jasa keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas hingga media.

“Melalui kolaborasi tersebut, UMKM tidak hanya memperoleh pendampingan, tetapi juga akses pembiayaan, perluasan pasar, digitalisasi sistem pembayaran, hingga peluang kemitraan yang lebih luas,” katanya.

Pada penyelenggaraan Sultra Maimo 2026 yang berlangsung di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026, berbagai kegiatan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Di antaranya pameran produk unggulan, business matching, Sultra Trade Forum, Festival Kuliner, Coffee Competition, Kompetisi Model Bisnis Sirkular, serta Fashion Show Wastra.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan transaksi bisnis, memperluas jaringan kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Bank Indonesia juga akan menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) pada Agustus 2026 sebagai upaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Melalui program tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM akan mendapatkan edukasi serta sosialisasi penggunaan QRIS agar transaksi digital semakin aman, mudah, dan efisien.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bank Indonesia berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memanfaatkan digitalisasi, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *