KENDARI, LINKSULTRA.COM – Tidak diikutsertakannya cabang olahraga (cabor) sepak bola Kabupaten Muna pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 menuai kekecewaan dari kalangan insan sepak bola setempat.
Keputusan tersebut menjadi perhatian para pemain dan pegiat sepak bola yang berharap cabang olahraga paling populer itu tetap mendapat ruang dalam kompetisi tingkat provinsi.
Kekecewaan tidak hanya datang dari pemain yang masih aktif memperkuat klub lokal, tetapi juga dari mantan atlet yang pernah membela Kabupaten Muna dalam ajang olahraga daerah.
Lima insan sepak bola yang menyampaikan kekecewaan tersebut yakni Maladin, kapten Empang FC; Mey Ade Putra atau Edin, kapten Japri FC; La Ode Abas, wakil kapten Japri FC asal Kecamatan Tongkuno; Nardyn Edi, anggota Japri FC asal Kecamatan Maligano; serta Nardin, mantan penjaga gawang Kabupaten Muna pada Porda 2014.
Mereka menilai keikutsertaan dalam Porprov merupakan kesempatan penting bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membawa nama Kabupaten Muna di tingkat provinsi.
Absennya sepak bola pada Porprov 2026 pun memunculkan harapan agar pihak terkait memberikan penjelasan mengenai pertimbangan di balik keputusan tersebut.
Maladin: Sepak Bola Jangan Dikesampingkan
Kapten Empang FC, Maladin, menyayangkan tidak diikutsertakannya sepak bola Kabupaten Muna pada Porprov 2026.
Menurutnya, sepak bola memiliki banyak peminat dan menyimpan potensi pemain lokal yang perlu mendapatkan perhatian. Keberadaan klub-klub sepak bola di daerah menjadi bagian dari perkembangan olahraga yang perlu didukung melalui pembinaan dan kesempatan berkompetisi.
Bagi para pemain, tampil dalam ajang resmi tingkat provinsi merupakan kesempatan untuk membuktikan kemampuan yang selama ini diasah melalui latihan dan pertandingan di tingkat lokal.
Maladin berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pihak terkait agar sepak bola tetap memperoleh ruang dalam pengembangan olahraga Kabupaten Muna.
Ia juga berharap pembinaan pemain tidak berhenti pada aktivitas klub, tetapi didukung dengan kesempatan mengikuti kompetisi yang dapat meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding.
Edin Soroti Kesempatan Pemain Lokal
Kekecewaan serupa disampaikan kapten Japri FC, Mey Ade Putra yang akrab disapa Edin.
Ia menyayangkan tidak adanya keikutsertaan tim sepak bola Muna pada Porprov 2026, terutama karena ajang tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi pemain daerah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan tim dari kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tenggara.
Menurut Edin, kompetisi tingkat provinsi memiliki arti penting bagi perkembangan pemain. Selain menjadi tolok ukur kemampuan, pertandingan resmi juga dapat membantu pemain memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang beragam.
Ia berharap alasan tidak diikutsertakannya sepak bola Muna dapat dijelaskan secara terbuka sehingga para pemain dan masyarakat sepak bola mengetahui pertimbangan yang mendasarinya.
Edin juga berharap persoalan ini menjadi bahan evaluasi agar kesempatan bagi pemain lokal untuk tampil membawa nama daerah tetap diperhatikan dalam penyelenggaraan kompetisi berikutnya.
La Ode Abas Minta Pembinaan Sepak Bola Dievaluasi
Wakil kapten Japri FC, La Ode Abas, yang berasal dari Kecamatan Tongkuno, turut menyampaikan kekecewaannya.
Ia menilai absennya sepak bola Muna pada Porprov 2026 perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga di daerah.
Menurutnya, pembinaan sepak bola membutuhkan kesinambungan. Pemain yang aktif berlatih dan mengikuti kompetisi lokal memerlukan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan melalui pertandingan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
La Ode Abas berharap evaluasi dilakukan agar potensi pesepak bola di Kabupaten Muna tetap mendapatkan perhatian.
Ia juga menginginkan adanya upaya berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan di tingkat klub sehingga para pemain memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan berprestasi.
Nardyn Edi Ikut Kecewa
Anggota Japri FC asal Kecamatan Maligano, Nardyn Edi, juga mengungkapkan kekecewaannya atas absennya cabang olahraga sepak bola Muna pada Porprov 2026.
Sebagai pemain yang aktif di lingkungan klub, ia menilai kesempatan tampil dalam kompetisi resmi merupakan hal yang dinantikan para pesepak bola daerah.
Ajang seperti Porprov bukan hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kemampuan, mengukur hasil latihan, serta memperoleh pengalaman menghadapi persaingan antardaerah.
Nardyn Edi berharap persoalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait. Ia juga menginginkan pembinaan sepak bola terus berjalan agar pemain lokal tidak kehilangan kesempatan untuk menunjukkan potensi mereka.
Menurutnya, keberlangsungan kompetisi lokal dan dukungan terhadap klub menjadi bagian penting dalam menjaga perkembangan sepak bola di Kabupaten Muna.
Mantan Kiper Porda 2014 Turut Menyayangkan
Sementara itu, Nardin, mantan penjaga gawang Kabupaten Muna pada Porda 2014, turut menyampaikan kekecewaannya.
Pengalamannya pernah memperkuat Muna dalam ajang olahraga daerah membuat persoalan keberlanjutan pembinaan sepak bola menjadi perhatian tersendiri.
Ia berharap sepak bola tetap menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Muna. Pembinaan pemain muda, penguatan kompetisi lokal, dan kesempatan mengikuti ajang resmi dinilai penting untuk menjaga regenerasi atlet.
Menurutnya, pengalaman bertanding merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan pemain untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Nardin berharap evaluasi terhadap keikutsertaan sepak bola dalam Porprov 2026 dapat menjadi momentum untuk memperhatikan kembali perkembangan cabang olahraga tersebut di Kabupaten Muna.
Lima Insan Bola Berharap Ada Penjelasan
Kekecewaan Maladin, Edin, La Ode Abas, Nardyn Edi, dan Nardin mencerminkan harapan agar sepak bola memperoleh perhatian lebih dalam kebijakan olahraga daerah.
Mereka berharap pihak terkait memberikan penjelasan mengenai alasan tidak diikutsertakannya cabang olahraga sepak bola Kabupaten Muna pada Porprov 2026.
Kejelasan tersebut dinilai penting agar persoalan ini tidak berhenti pada kekecewaan para pemain, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pembinaan olahraga pada masa mendatang.
Selain itu, keberadaan kompetisi lokal, dukungan terhadap klub, serta kesempatan mengikuti pertandingan resmi diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun prestasi sepak bola Muna.
Bagi para pemain, kesempatan mewakili daerah merupakan kebanggaan tersendiri. Karena itu, keberlanjutan pembinaan dan tersedianya ruang berkompetisi menjadi harapan yang ingin terus diperjuangkan.
Mereka berharap pengalaman Porprov 2026 dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pengembangan sepak bola Kabupaten Muna ke depan semakin terarah dan potensi pemain lokal tetap mendapat perhatian.
Hingga berita ini disusun, penjelasan resmi mengenai alasan tidak diikutsertakannya cabang olahraga sepak bola Kabupaten Muna pada Porprov 2026 belum diperoleh dalam bahan pemberitaan. Konfirmasi dari KONI Kabupaten Muna dan instansi yang menangani olahraga daerah diperlukan untuk melengkapi informasi serta memberikan gambaran yang berimbang kepada masyarakat.
Laporan : Rul R.















































