KENDARI, LINKSULTRA.COM – Klub sepak bola Japri FC asal Kota Kendari menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ajang sepak bola bergengsi Kosliwu Cup XIX yang akan digelar pada Juli 2026 mendatang oleh Kelompok Studi Pelajar dan Mahasiswa Suliwunto (Kosliwu).
Japri FC dikenal sebagai komunitas sepak bola di Kendari yang dihuni pemain dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Kebersamaan lintas daerah itu membuat tim tersebut memiliki hubungan emosional kuat dengan berbagai turnamen sepak bola antar kampung di Sultra, termasuk Kosliwu Cup.
Meski mendukung penuh pelaksanaan turnamen, Japri FC dipastikan belum dapat turun sebagai peserta karena sebagian besar pemainnya akan membela kampung halaman maupun tim-tim lain yang telah lebih dahulu memanggil mereka.
Coach Japri FC, Lihong, mengatakan Kosliwu Cup merupakan salah satu turnamen paling bergengsi dan selalu dinanti masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kami dari Japri FC sangat mendukung penuh kegiatan Kosliwu Cup XIX karena ini turnamen besar yang punya atmosfer luar biasa. Selain sepak bola, ajang ini juga mempererat silaturahmi masyarakat dan para pemain dari berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ephot itu, Japri FC memang tidak ikut sebagai tim peserta tahun ini, namun banyak pemain mereka yang akan tampil memperkuat daerah asal masing-masing.
“Hampir semua pemain kami dipanggil membela kampungnya masing-masing. Ada juga yang diminta memperkuat tim lain. Jadi kami memberikan kesempatan penuh karena ini bagian dari kebanggaan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Japri FC selama ini memang menjadi wadah berkumpulnya pemain dari berbagai kabupaten di Sultra yang berdomisili di Kendari.
“Komunitas Japri FC ini rata-rata berasal dari berbagai daerah di Sultra. Jadi hubungan kekeluargaannya sangat kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapten Japri FC, Mey Ade Putra, menilai Kosliwu Cup memiliki nilai emosional tersendiri bagi para pemain karena menjadi ajang pembuktian sekaligus kebanggaan membela daerah asal.
“Turnamen seperti ini selalu dinanti pemain. Banyak yang rela pulang kampung demi memperkuat daerahnya masing-masing karena ada rasa bangga tersendiri,” ungkap pria yang akrab disapa Edin ini.
Meski nantinya para pemain Japri FC akan tersebar di sejumlah tim berbeda, Mey memastikan solidaritas dan persaudaraan tetap terjalin.
“Walaupun nanti memakai jersey berbeda-beda, kami tetap keluarga besar Japri FC,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Kapten Japri FC, La Ode Abas, yang juga merupakan putra daerah asal Wakuru, wilayah pelaksanaan Kosliwu Cup.
Menurutnya, Kosliwu Cup bukan hanya turnamen olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang mempertemukan para perantau dengan kampung halaman.
“Sebagai putra daerah Wakuru, saya melihat Kosliwu Cup ini sangat penting karena bukan sekadar sepak bola, tetapi juga ajang silaturahmi masyarakat dan para perantau yang pulang kampung,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan Kosliwu Cup XIX tahun ini berlangsung sukses, aman dan semakin meriah dengan dukungan seluruh masyarakat.
“Semoga turnamen ini terus melahirkan pemain muda berbakat dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Laporan : Rul R.










































