Pemprov Sultra Fokus Perbaikan Jalan Rusak di Konawe Selatan, Proyek Dimulai dari Ruas Motaha–Alangga

KENDARI, LINKSULTRA.COM  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga terus mendorong peningkatan infrastruktur jalan demi mendukung konektivitas wilayah dan pelayanan publik, termasuk penanganan stunting dan masalah kesehatan.

Salah satu langkah nyata adalah dimulainya proyek peningkatan jalan pada ruas Motaha–Alangga di Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga, Pahri Yamsul, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra dalam menanggulangi kerusakan jalan yang sudah sangat parah.

“Bagaimana kita mau urus pangan, kalau jalan rusak parah? Bagaimana konektivitas bisa lancar, kalau jalannya berlubang? Ini semua efek domino. Karena itu Gubernur sangat serius menangani persoalan ini,” tegas Pahri.

Ruas jalan Motaha–Alangga saat ini mendapatkan alokasi dana dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp3,01 miliar. Proyek ini mencakup peningkatan jalan sepanjang 860 meter dengan lebar 4,5 meter, dan sudah mulai dikerjakan sejak kontrak ditandatangani.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK) kegiatan, Nurdin, menjelaskan bahwa pekerjaan ini hanya bagian dari keseluruhan panjang ruas yang mencapai 36,9 kilometer.

“Panjang yang rusak sekitar 8 kilometer. Saat ini kita tangani sekitar 7,5 kilometer dengan dua sumber pendanaan, yakni DBH dan APBD. Jadi, hampir seluruh kerusakan tertangani,” ujar Nurdin.

Proyek ini direncanakan selesai dalam 150 hingga 160 hari ke depan, dan tim pelaksana mulai turun ke lapangan sejak hari setelah kontrak diteken.

Sementara itu, Direktur CV Suara Askana selaku kontraktor pelaksana, Levi, menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan pekerjaan sesuai spesifikasi dan standar mutu yang ditetapkan.

“Kami siap turun langsung ke lapangan. Semua peralatan telah disiapkan. Kami pastikan kualitas menjadi prioritas,” ujar Levi.

Ke depan, Pemprov Sultra menargetkan bisa menangani lebih dari 60 kilometer ruas jalan yang rusak di wilayah ini, sebagai bentuk komitmen nyata pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

 

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *