Pemprov Sultra Genjot Pembangunan Jalan untuk Dukung Swasembada Pangan

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat komitmen mewujudkan swasembada pangan melalui pembangunan infrastruktur strategis, khususnya jalan penghubung menuju sentra produksi pertanian.

Langkah tersebut dipertegas setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra yang menekankan pentingnya konektivitas dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menyampaikan bahwa arahan Gubernur Sultra menempatkan pembangunan jalan sebagai instrumen penting mendukung ketahanan pangan.

Menurutnya, akses yang memadai akan mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga mendorong pemerataan pembangunan di daerah.

“Ini sangat dibutuhkan untuk mendukung program ketahanan pangan, sosial pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur yang kita bangun memang didesain agar aktivitas menuju lokasi-lokasi sentra pangan bisa dijangkau lebih cepat,” ujar Pahri.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan PoliPolia, salah satu wilayah lumbung pangan di Kabupaten Kolaka Timur.

Sebelumnya akses menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu hingga berjam-jam, namun kini dapat ditempuh jauh lebih cepat setelah dilakukan peningkatan jalan.

“Yang tadinya sulit dijangkau, sekarang sudah terbuka. Masyarakat sangat berterima kasih karena lokasi sawah, sekolah, hingga kantor kini bisa diakses dengan mudah,” katanya.

Menurut Pahri, pembangunan infrastruktur jalan untuk menunjang konektivitas pangan saat ini tersebar di berbagai kabupaten.

Tercatat 10 ruas jalan sedang dikerjakan secara simultan untuk memperkuat jalur produksi dan distribusi hasil pertanian.

“Semua akses jalan yang menghambat arus pangan segera kita atasi. Ini selaras dengan program Gubernur Sultra terkait jalan mulus antarwilayah. Konektivitas harus dipercepat agar waktu tempuh semakin pendek dan biaya logistik menurun,” jelasnya.

Pemprov Sultra menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya sekadar membuka isolasi daerah, tetapi juga memastikan potensi pangan daerah mulai dari padi, jagung, sayur, hingga komoditas perkebunan—dapat dipasok secara lancar ke pasar, termasuk menjaga stabilitas harga menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

Melalui sinergi antara TPID, dinas teknis, dan pemerintah kabupaten/kota, Sultra menargetkan peningkatan jaringan jalan akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan swasembada pangan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat di daerah-daerah produksi.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *