KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA & BM) terus mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan strategis di wilayah perbatasan.
Dua proyek utama yang menjadi fokus tahun ini yakni ruas jalan Polipolia–Batas Konawe Selatan di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan Simpang Tiga Bubu–Ronta di Kabupaten Buton Utara (Butur).
Kepala Dinas SDA & BM Sultra, Pahri Yamsul, menjelaskan bahwa kedua ruas tersebut memiliki nilai strategis tinggi dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Ruas jalan Polipolia–Konsel memiliki panjang sekitar 10,5 kilometer dengan nilai kontrak Rp30,2 miliar, sementara ruas Simpang Tiga Bubu–Ronta di Buton Utara sepanjang 11,5 kilometer senilai Rp33,9 miliar.
“Dua ruas ini menjadi prioritas, karena membuka jalur penghubung utama antarkabupaten. Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, juga mendukung sektor pertanian dan perdagangan hasil bumi,” ujar Pahri Yamsul belum lama ini.

Menurutnya, progres fisik pembangunan di lapangan saat ini berjalan sesuai rencana. Sejumlah material dan tenaga kerja telah disiapkan penuh oleh kontraktor pelaksana.
“Kami menargetkan seluruh pekerjaan tuntas pada Desember 2025, tetapi jika cuaca mendukung, kami upayakan progres signifikan sudah terlihat pada akhir November, sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Selain dua proyek utama tersebut, Dinas SDA & BM Sultra juga menyiapkan beberapa program lanjutan di tahun 2026 untuk menuntaskan ruas jalan lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten, termasuk Alangga–Tengah-Tengah di Konawe Selatan dan Batas Kekol–Konsel yang masih membutuhkan tahap lanjutan.
Pahri menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan lama. Ia mengingatkan kontraktor agar memperhatikan standar teknis dan kondisi geografis di lapangan, terutama pada wilayah dengan curah hujan tinggi.
“Kami tidak hanya mengejar kecepatan, tapi juga kualitas. Jalan ini dibangun untuk jangka panjang,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat di sekitar proyek agar ikut menjaga serta mengawasi jalannya pembangunan. Menurutnya, jalan yang telah selesai harus dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama.

“Saya harap masyarakat ikut mengawasi dan menjaga hasil pembangunan. Jalan ini milik kita bersama, dan kualitasnya harus dijaga agar tidak cepat rusak,” tutur Pahri.
Pemerintah Provinsi Sultra juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan jalan hingga pelosok, sejalan dengan program prioritas Gubernur Andi Sumangerukka dalam memperkuat konektivitas darat di kawasan daratan dan kepulauan.
Hingga 2025, total anggaran pembangunan dan rehabilitasi jalan provinsi di Sultra mencapai lebih dari Rp64 miliar, termasuk untuk peningkatan jalan di Koltim dan Butur.
Melalui langkah ini, diharapkan akses antarwilayah semakin terbuka, biaya logistik menurun, dan perekonomian lokal meningkat.
“Kita ingin seluruh masyarakat Sultra, baik di daratan maupun kepulauan, menikmati manfaat pembangunan yang merata,” tutup Pahri.
Laporan: Rul R.









































