RSUD Bahteramas Benahi Alkes dan Tambah 100 Tempat Tidur untuk Atasi Antrean Pasien

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Upaya tersebut mencakup pembaruan alat kesehatan (alkes), peningkatan kapasitas pelayanan hingga rencana penambahan ruang perawatan dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.

Direktur Utama RSUD Bahteramas, dr. H. Sukirman, menegaskan bahwa berbagai langkah pembenahan tersebut merupakan bagian dari arahan dan perintah langsung Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, agar RSUD Bahteramas semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Sultra.

Menurut Sukirman, Gubernur memberikan perhatian serius terhadap penguatan RSUD Bahteramas sebagai rumah sakit utama sekaligus pusat rujukan di Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur memberikan perintah dan arahan kepada saya untuk terus membenahi rumah sakit. Jadi kita benar-benar diarahkan agar pelayanan di Bahteramas ini semakin baik,” kata Sukirman.

Ia mengatakan, salah satu perhatian utama adalah ketersediaan alat kesehatan. Sukirman meluruskan sorotan yang menyebut fasilitas alat kesehatan di RSUD Bahteramas tidak memadai.

Menurutnya, persoalannya bukan seluruh alat kesehatan tidak tersedia, melainkan terdapat sejumlah peralatan yang sudah berusia lama sehingga memang harus segera diganti.

“Kalau ada sorotan bahwa Bahteramas alatnya tidak memadai, itu perlu diluruskan. Memang ada alat-alat yang sudah lama dan harus diganti,” ujarnya.

Sukirman mengungkapkan, RSUD Bahteramas telah mendapatkan dukungan pengadaan alat kesehatan. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk peralatan medis, bukan berupa uang.

“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan bantuan alat kesehatan dalam bentuk alkes, bukan dalam bentuk uang. Sekarang kami tinggal menunggu pengiriman alat-alat tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, pembaruan alkes sangat penting untuk memperkuat kemampuan RSUD Bahteramas dalam menangani pasien. Dengan peralatan yang lebih lengkap dan modern, pelayanan yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah diharapkan dapat ditangani di Bahteramas.

“Alat-alat yang sudah tua memang harus diganti. Jangan sampai pelayanan yang sebenarnya bisa dikerjakan di sini harus dirujuk keluar daerah hanya karena alatnya tidak tersedia,” katanya.

Arahan Gubernur Perkuat Bahteramas sebagai Rumah Sakit Utama

Sukirman menegaskan, perjuangan manajemen RSUD Bahteramas dalam meningkatkan pelayanan tidak berdiri sendiri. Seluruh pembenahan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Andi Sumangerukka.

Ia menyebut Gubernur menginginkan RSUD Bahteramas semakin kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, sehingga ketergantungan terhadap rumah sakit di luar daerah dapat dikurangi.

“Perintah dari Bapak Gubernur jelas, kita harus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan. Bahteramas tetap menjadi rumah sakit utama dan rumah sakit rujukan di Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Selain alat kesehatan, persoalan kapasitas ruang perawatan juga menjadi perhatian serius.

Sukirman menjelaskan, antrean pasien yang terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan tempat tidur. Ketika ruang perawatan penuh, pasien yang membutuhkan rawat inap harus menunggu hingga tersedia kamar.

“Masalahnya karena ruang perawatan penuh dan tempat tidur tidak tersedia. Jadi pasien yang masuk melalui IGD terkadang harus menunggu,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan rencana penambahan ruang perawatan dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.

Penambahan kapasitas itu diharapkan dapat mengurangi antrean pasien sekaligus mengurangi kepadatan di IGD.

Pasien dari Daerah Terpencil Jadi Tantangan

Sukirman juga menjelaskan tingginya jumlah pasien di IGD tidak seluruhnya disebabkan persoalan internal rumah sakit. Kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang terdiri atas wilayah daratan, kepulauan dan daerah terpencil turut menjadi tantangan.

Secara prosedural, pasien diharapkan mengikuti mekanisme rujukan dan memastikan ketersediaan tempat tidur sebelum menuju rumah sakit rujukan.

Namun, kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Sejumlah wilayah terpencil dan kepulauan masih menghadapi keterbatasan jaringan internet sehingga proses rujukan secara daring tidak selalu dapat dilakukan.

“Kalau dari daerah terpencil, apalagi pasien sudah dalam kondisi gawat, tentu tidak mungkin mereka menunggu terlalu lama karena terkendala jaringan atau proses rujukan,” ungkapnya.

Akibatnya, sebagian pasien langsung dibawa ke IGD RSUD Bahteramas meski ketersediaan kamar belum dipastikan.

Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan kepadatan di IGD ketika ruang perawatan sedang penuh.

Meski demikian, Sukirman memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan medis sesuai tingkat kegawatdaruratannya.

Ia menegaskan, pembenahan fasilitas, penggantian alkes, penambahan tempat tidur dan peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan secara bertahap.

“Yang jelas, kami terus melakukan pembenahan. Ini sesuai arahan dan perintah langsung Bapak Gubernur agar pelayanan di Bahteramas semakin baik,” pungkasnya.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *