KONSEL, LINKSULTRA.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan bertema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sastra Lisan dan Tradisi Budaya Lokal di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan”, pada Kamis 6 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto, ini diikuti oleh sekitar 20 peserta dari masyarakat setempat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Jati Bali, I Made Budiarta, didampingi oleh tim PKM UHO yang terdiri atas Faika Burhan, S.S., M.A. (Ketua Tim), Dr. Sitti Hermina, SST.Par., M.Hum., Sarman, S.Pd., M.Pd., Halijah Koso, S.Pd., M.A., dan Khabiirun, S.Sos., M.Sos.
Dalam sambutannya, Faika Burhan menegaskan bahwa tantangan besar saat ini adalah derasnya arus modernisasi yang menggerus kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya lokal. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sastra lisan dan tradisi sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Teknologi telah menyulap kita, termasuk anak-anak muda, menjadi manusia homogen yang mudah kehilangan akar budayanya. Karena itu, kita semua – pemerintah, akademisi, dan masyarakat – harus berbenah dan menjaga warisan budaya yang kita miliki,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jati Bali, I Made Budiarta, menyampaikan bahwa sastra lisan di desanya masih belum terdokumentasi dengan baik.

Menurutnya, diperlukan upaya sistematis agar kekayaan tradisi tersebut dapat dipetakan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Semoga menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali tradisi sastra lisan yang selama ini belum banyak digali,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Sitti Hermina, SST.Par., M.Hum., memberikan edukasi mengenai potensi tradisi budaya sebagai aset pariwisata. Ia menilai Desa Jati Bali memiliki keunikan tersendiri dengan nuansa khas Bali yang masih terjaga di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Desa Jati Bali ini bisa menjadi miniatur Bali di Sulawesi Tenggara. Dengan panorama dan tradisi yang khas, desa ini berpotensi besar menjadi destinasi wisata budaya. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan desain produk lokal dan menjaga keaslian tradisi untuk menarik wisatawan,” jelasnya.
Melalui kegiatan PKM ini, UHO berupaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian sastra lisan dan tradisi lokal, sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai pilar pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal.
(rls)










































