KENDARI, LINKSULTRA.COM -Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Kelas ke Rumah: Menyatukan Langkah dalam Rangka Pencegahan Masalah Sosial Remaja di Lingkungan Sekolah”.
Kegiatan yang melibatkan guru, kepala sekolah, komite, orang tua, dan siswa ini menjadi ruang strategis untuk mencari solusi bersama atas berbagai persoalan sosial remaja.
Plt. Kepala Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris, M.Hum, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Pendidikan karakter, kata dia, tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah semata.

“Fenomena perundungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba hingga isu kesehatan mental bukan sekadar angka statistik, melainkan masalah nyata yang mengancam masa depan anak-anak kita. Sekolah memang garda terdepan, tapi anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan masyarakat. Karena itu, sinergi kelas dan rumah adalah sebuah keharusan,” tegasnya.
Prof. Aris menambahkan, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah merumuskan solusi konkret yang bisa diimplementasikan.
Ia memastikan Pemprov Sultra berkomitmen penuh untuk mengawal setiap rekomendasi produktif dari FGD agar bisa dituangkan dalam kebijakan daerah.

Ketua Dewan Pendidikan Sultra, Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd, menegaskan bahwa FGD ini memberi kesempatan bagi siswa menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, sejumlah isu terpetakan, mulai dari keterbatasan komunikasi dengan orang tua, dominasi peran keluarga, hingga pengaruh negatif lingkungan dan media sosial.
“Ada siswa yang mengaku tidak bebas berkomunikasi dengan orang tua, ada juga yang terpengaruh lingkungan serta penyalahgunaan media sosial yang berujung pada tawuran. Forum ini memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan pendapat secara bebas tanpa tekanan,” ungkapnya.
Prof. Nur Alim menambahkan, hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan, agar ada tindak lanjut nyata.
“Kalau pun masalah ini tidak bisa dihapuskan sepenuhnya, paling tidak bisa diminimalisir melalui langkah-langkah konkret dan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.
Laporan: Rul R.










































