KONSEL, LINKSULTRA.COM – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan bertema “Strategi Promosi Pariwisata Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Situs Arkeologi di Desa Leleka, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan.”
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi tinggalan arkeologis di Desa Leleka yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, sekaligus memperkenalkannya melalui media digital.
Acara yang berlangsung di Aula Desa Leleka ini dibuka oleh Sekretaris Desa Leleka, Kalvin, dan dihadiri sekitar 20 warga setempat. Hadir pula tim PKM UHO yang terdiri atas Dr. Sitti Hermina, SST.Par., M.Hum. (Ketua Tim), Dr. Abdul Alim, S.Pd., M.Si., Salniwati, S.Pd., M.Hum., Arie Toursino Hadi, S.Hum., M.Hum., La Ade Aspin, S.Sos., M.A., Halijah Koso, S.Pd., M.A., serta dua mahasiswa Jurusan Arkeologi.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Alim, yang juga Ketua Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UHO, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Leleka dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di sektor budaya.
Ia menuturkan bahwa Desa Leleka memiliki potensi besar karena menjadi lokasi penelitian arkeologi, terutama di Gua Kumapo, yang menyimpan banyak peninggalan prasejarah.
“Desa Leleka merupakan laboratorium alam yang sangat potensial untuk pengembangan penelitian arkeologi. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat ikut berperan dalam pelestarian sekaligus promosi tinggalan budaya mereka,” ungkapnya.
Kegiatan PKM ini terdiri atas tiga sesi materi.
Pada sesi pertama, mahasiswa Jurusan Arkeologi memaparkan hasil temuan dari observasi di Gua Kumapo. Ditemukan ratusan fragmen tulang manusia, tengkorak utuh, gigi manusia, tembikar, serta sejumlah artefak lain yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Masyarakat terlihat antusias mendengarkan penjelasan tersebut, karena sebagian besar baru mengetahui kekayaan arkeologis yang dimiliki desanya.
Sesi kedua diisi oleh Dr. Sitti Hermina, Ketua Tim PKM, yang memberikan edukasi tentang pentingnya menjadikan tinggalan arkeologi sebagai daya tarik wisata.

“Dengan menjadikan situs Gua Kumapo sebagai destinasi wisata, masyarakat akan lebih termotivasi untuk melestarikan dan merawatnya. Selain itu, kegiatan wisata dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal,” jelasnya.
Ia juga menekankan perlunya pengelolaan bijak agar kunjungan wisata tidak merusak situs, seperti pembatasan jumlah pengunjung, pembagian zona akses, serta penerapan regulasi pelestarian.
Pada sesi ketiga, Arie Toursino Hadi, S.Hum., M.Hum., menyampaikan pentingnya promosi berbasis digital dalam memperkenalkan situs arkeologi kepada publik luas.
“Promosi melalui media digital memungkinkan situs seperti Gua Kumapo dikenal oleh audiens global tanpa batasan geografis. Dengan teknologi modern, warisan kuno tetap relevan dan mudah diakses,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan platform digital sederhana-seperti media sosial, foto, dan video pendek-sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata budaya di Desa Leleka.
Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara tim PKM dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Leleka semakin sadar akan pentingnya pelestarian tinggalan arkeologis, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.
Laporan: Rul R.










































