Mahasiswa Arkeologi UHO Eksplorasi Situs Gua Kota di Torobulu, Asah Keterampilan Lapangan

KONSEL, LINKSULTRA.COM – Mahasiswa baru Program Studi Arkeologi Universitas Halu Oleo (UHO) angkatan 2024 menunjukkan antusiasme tinggi dengan terjun langsung melakukan eksplorasi lapangan dan survei arkeologis di Desa Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Metode Arkeologi III yang bertujuan mengasah kemampuan praktis mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Fokus utama eksplorasi berada di Gua Kota, sebuah situs yang dinilai memiliki potensi sejarah penting di Sulawesi Tenggara. Lokasi ini menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang selama ini dipelajari di ruang kelas.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu, La Ode Aspin, S.S., M.A., yang memberikan pembekalan sekaligus pendampingan teknis selama proses survei berlangsung.

Mahasiswa dilatih menggunakan berbagai metode dasar dalam penelitian arkeologi, di antaranya survei permukaan (surface survey) untuk memetakan sebaran temuan, identifikasi artefak dan ekofak, serta analisis kontekstual guna memahami keterkaitan antara temuan dengan lingkungan sekitar.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenali benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi juga memahami bagaimana manusia purba berinteraksi dengan lingkungannya.

La Ode Aspin menegaskan bahwa kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran arkeologi karena mampu menghubungkan teori dengan praktik secara langsung.

“Ini adalah langkah krusial bagi mahasiswa untuk menyadari bahwa arkeologi bukan sekadar teori di dalam kelas, tetapi ilmu yang hidup dan harus dipahami melalui pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif serta keterampilan dasar yang kuat dalam penelitian arkeologi.

Eksplorasi di Desa Torobulu ini juga diharapkan dapat membuka potensi penelitian lebih lanjut terhadap situs Gua Kota, sekaligus menjadi kontribusi awal dalam upaya pelestarian warisan budaya di Sulawesi Tenggara.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *