KENDARI, LINKSULTRA.COM – Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan Mangrove Go To Campus bertema “Mangrove Coastal Clean Action and Fun Walk Festival 2026” yang digelar di kawasan Jalan By Pass depan Pertamina Teratai, Kota Kendari, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan mangrove di Teluk Kendari melalui aksi bersih lingkungan dan penanaman mangrove secara bersama-sama.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Mangrove, BPDAS Konaweha, BPKH, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, siswa SMA/SMK se-Kota Kendari, dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), hingga mahasiswa Jurusan Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dari kawasan Star Water Sport Kendari sambil melakukan aksi bersih-bersih sampah di area Teluk Kendari. Para peserta terlihat antusias memungut sampah plastik dan limbah lainnya yang berada di sekitar pesisir.
Setelah aksi bersih lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman sebanyak 500 batang mangrove di kawasan pesisir sebagai upaya rehabilitasi lingkungan dan perlindungan kawasan pantai dari abrasi.
Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO, Dr. Lies Indriyani, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi lingkungan sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Mahasiswa, pelajar, dan masyarakat harus ikut terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut.
Sementara itu, narasumber dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Mangrove, Ir. Arief Zohiril Fakhri, S.Hut., CPS, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan aksi nyata di lapangan. Penanaman mangrove dan aksi bersih pesisir menjadi langkah konkret dalam menjaga kawasan Teluk Kendari,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir semakin meningkat.
Kegiatan Mangrove Go To Campus 2026 terselenggara melalui kerja sama antara Jurusan Kehutanan FHIL Universitas Halu Oleo, BPDAS Konaweha, dan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Mangrove.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Teluk Kendari.










































