KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2026, UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK/RA se-Kota Kendari di Aula Dharma Wanita Dikbud Sultra, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari 50 peserta lomba mewarnai dan 50 peserta lomba menggambar. Ajang ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penerimaan dan dukungan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan peringatan Hari Peduli Autisme merupakan momentum untuk memberikan akses dan kesempatan yang sama kepada seluruh anak agar dapat tumbuh mandiri dan berprestasi.
“Walaupun dalam berbagai keterbatasan, peringatan Hari Peduli Autisme tetap harus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan akses dan kemandirian kepada anak-anak kita agar mampu berkembang dan meraih prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan lomba yang melibatkan anak-anak TK umum juga menjadi sarana untuk mengenali potensi anak-anak yang mungkin memiliki kebutuhan khusus namun belum teridentifikasi.
Prof. Aris menegaskan, Pemerintah Provinsi Sultra memberikan perhatian serius terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus melalui UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus.
“Di Sulawesi Tenggara kita memiliki UPTD khusus yang memberikan layanan terapi, pembinaan, serta pendampingan tidak hanya kepada anak berkebutuhan khusus tetapi juga kepada orang tuanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Dikbud Sultra, Nurhaerani Haeba, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini difokuskan pada siswa TK dan RA di sekolah umum dengan mengusung tema Autisme dan Kemanusiaan.
“Tema ini mengandung makna bahwa anak-anak autisme maupun anak berkebutuhan khusus harus diterima di mana saja. Sejalan dengan program pemerintah tentang sekolah inklusi, mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Nurhaerani mengatakan peserta yang dilibatkan berasal dari berbagai TK dan RA yang selama ini belum banyak mendapat perhatian sebagai sekolah unggulan.
“Kami ingin melihat potensi anak-anak dari sekolah-sekolah yang mungkin berada di pinggiran. Ternyata mereka juga memiliki kemampuan dan kelebihan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rangkaian peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 tidak hanya berhenti pada lomba mewarnai dan menggambar. Pada hari berikutnya akan digelar seminar nasional yang menghadirkan pakar anak berkebutuhan khusus.
“Peserta seminar nantinya berasal dari kalangan guru, akademisi, dan instansi terkait. Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus, cara penanganannya, serta intervensi yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra dalam mendorong pendidikan inklusif sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Sulawesi Tenggara.
Laporan : Rul R.










































