Andi Sumangerukka Kukuhkan Bunda PAUD dan Literasi se-Sultra, Dorong Aksi Nyata untuk Generasi Emas

KENDARI, LINKSULTRA.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, secara resmi mengukuhkan para istri kepala daerah dan pejabat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bunda Literasi se-Sultra untuk masa bakti 2025–2030. Acara berlangsung di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat (25/7).

Dalam kesempatan tersebut, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi tingkat provinsi. Sementara di tingkat kabupaten/kota, jabatan serupa diemban oleh para istri bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota. Untuk Kota Kendari, jabatan Bunda PAUD dijabat oleh Wali Kota Siska Karina Imran, sedangkan Bunda Literasi dipercayakan kepada Shintya Putri Anawula Sudirman.

Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya peran aktif para Bunda PAUD dan Literasi dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, terutama dalam aspek pendidikan karakter dan pemenuhan gizi.

“Karakter anak terbentuk sejak dini. Kalau kita keliru mendampingi di tahap awal, dampaknya bisa terasa hingga dewasa,” ujarnya.

Gubernur juga menginstruksikan agar para Bunda PAUD segera melakukan pendataan menyeluruh di tingkat desa dan kelurahan. Targetnya, seluruh dari 2.285 desa dan kelurahan di Sultra memiliki Bunda PAUD aktif yang mampu menjangkau langsung kebutuhan anak-anak di wilayah masing-masing.

Ia menambahkan, peran Bunda PAUD bukan hanya sebatas simbolik. Mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal kualitas pendidikan dasar, memastikan pemenuhan gizi anak, dan mencegah potensi stunting.

“Kalau anak-anak kita tidak mendapat gizi yang cukup, maka potensi stunting meningkat. Ini akan berpengaruh pada kualitas SDM kita di masa depan,” jelas Andi.

Dalam pidatonya, Gubernur juga menyinggung pentingnya pembangunan karakter sejak usia dini sebagai pondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Ia menyatakan bahwa kegagalan karakter di masa depan bisa jadi merupakan akibat dari kurangnya perhatian di masa kecil.

“Kalau suatu saat ada pegawai yang tidak bekerja maksimal, bisa saja itu akibat karakter masa kecil yang tidak terbentuk dengan baik. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Andi juga meminta pemerintah daerah untuk tidak hanya menyerahkan tugas pendampingan anak kepada para Bunda PAUD. Ia menegaskan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah, baik dari segi pembiayaan, pelatihan, hingga pengawasan terhadap program-program PAUD dan literasi.

“Jangan biarkan para Bunda PAUD bekerja sendiri. Pemerintah daerah harus hadir, karena mereka bagian penting dari masa depan daerah ini,” tutupnya.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *