KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan dengan menyalurkan bantuan dana operasional sebesar Rp200 juta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk sinergi antara Bank Sultra dan MUI dalam memperkuat pembinaan umat serta menjaga kerukunan di Bumi Anoa.
Penyerahan bantuan dilakukan di Masjid Agung Al-Kautsar Kota Kendari bertepatan dengan pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2026–2031 yang dipimpin Ketua MUI Bidang Dakwah, Drs. KH. Abdul Manan Gani, M.M.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Penjabat Sekretaris Daerah Sultra, Ketua DPRD Sultra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OJK Sultra, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat dakwah, merawat toleransi, dan mendukung pembangunan daerah.
Gubernur juga mengajak MUI untuk terus berperan aktif membentengi generasi muda dari berbagai tantangan sosial seperti radikalisme, penyalahgunaan narkoba, dan penyebaran informasi hoaks, sekaligus menjaga rumah ibadah tetap menjadi pusat pembinaan umat dan perekat persaudaraan.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan bantuan operasional tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Bank Sultra untuk mendukung kelancaran program-program MUI Sulawesi Tenggara.
> “Kami mengucapkan selamat kepada Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2026–2031. Bank Sultra memandang ulama dan MUI memiliki peran strategis sebagai pembimbing, pengayom, sekaligus perekat persatuan umat. Karena itu, kami berharap bantuan ini dapat mendukung pelaksanaan program-program MUI demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Andri.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan Bank Sultra menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai moral dan kehidupan sosial masyarakat.
Sebagai bank milik pemerintah daerah, lanjut Andri, Bank Sultra berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, baik di bidang pendidikan, keagamaan, kemanusiaan, maupun pemberdayaan ekonomi.
Melalui dukungan operasional tersebut, Bank Sultra berharap MUI Sulawesi Tenggara dapat semakin optimal menjalankan fungsi dakwah, memberikan pembinaan keagamaan, serta memperkuat kerukunan umat demi terciptanya kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara yang harmonis, religius, dan sejahtera.
Laporan : Rul R.
















































