KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat implementasi inovasi daerah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Inovasi Daerah Sistem Informasi Manajemen Perkebunan dan Hortikultura (SimbunHorti Sultra) yang digelar di Aula Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan SimbunHorti sebagai inovasi daerah yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bimtek diikuti para admin dari seluruh bidang dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta menghadirkan peserta dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra.
Narasumber dalam Bimtek tersebut di antaranya Dr. La Fariki, S.Hut., M.Si selaku Perekayasa Ahli Madya BRIDA Sultra dan Tri Wahyu Ismoyo B. S.T selaku Pranata Komputer Ahli Pertama Diskominfo Sultra.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek merupakan salah satu tahapan penting dalam memenuhi indikator penilaian inovasi daerah yang telah ditetapkan BRIDA.
Menurutnya, terdapat 20 indikator yang harus dipenuhi agar inovasi daerah dapat berjalan optimal dan memperoleh penilaian yang baik.
“Pelaksanaan Bimtek hari ini merupakan salah satu bentuk penyempurnaan seluruh indikator yang telah ditetapkan oleh BRIDA. Ada 20 indikator yang menjadi acuan, dan Bimtek ini menjadi salah satu indikator penting yang harus dipenuhi,” ujar Rusdin Jaya.

Ia menjelaskan, tujuan pertama pelaksanaan Bimtek adalah menyamakan persepsi seluruh admin SimbunHorti yang berasal dari masing-masing bidang dan UPTD di lingkungan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra.
Menurut Rusdin, setiap bidang memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda sehingga diperlukan admin khusus yang memahami substansi pekerjaan di unit masing-masing.
“Kami mengambil admin dari seluruh bidang dan UPTD. Setiap bidang memiliki dua admin sehingga totalnya sekitar 18 orang. Hal ini dilakukan agar setiap bidang lebih fokus menginput data sesuai tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.
Ia mencontohkan, Bidang Perkebunan bertanggung jawab memasukkan data mengenai proposal petani, kegiatan perkebunan, hingga berbagai program yang berkaitan dengan subsektor perkebunan.
Sementara Bidang Hortikultura mengelola seluruh data yang berkaitan dengan pengembangan komoditas hortikultura.
“Jadi setiap admin memiliki fokus pekerjaan masing-masing sehingga kualitas data dalam SimbunHorti menjadi lebih baik, akurat, dan terintegrasi,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas admin internal, Rusdin mengatakan Bimtek juga menjadi media sosialisasi SimbunHorti kepada OPD lain yang memiliki keterkaitan langsung dengan inovasi daerah.
Karena itu, BRIDA dan Diskominfo Sultra sengaja diundang agar memahami sekaligus memberikan masukan terhadap pengembangan sistem tersebut.
“Selain meningkatkan kapasitas internal, kami juga ingin mensosialisasikan SimbunHorti kepada OPD lain, khususnya BRIDA dan Diskominfo, karena mereka merupakan instansi yang paling bersentuhan dengan pengembangan inovasi daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan inovasi daerah, maka semakin besar pula peluang inovasi tersebut memperoleh nilai yang lebih baik dalam proses penilaian.
“Pelibatan banyak pihak merupakan salah satu poin penting dalam penilaian inovasi daerah. Karena itu kami membangun kolaborasi lintas OPD agar SimbunHorti semakin kuat,” ujarnya.
Sebelumnya, sosialisasi SimbunHorti telah dilakukan kepada masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha perkebunan maupun hortikultura. Kini, tahapan sosialisasi diperluas melalui pelaksanaan Bimtek kepada perangkat daerah.
“Kalau sebelumnya sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, maka hari ini bentuk sosialisasinya melalui Bimtek dengan melibatkan OPD. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi inovasi daerah secara menyeluruh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. Arwin, mengatakan SimbunHorti diharapkan menjadi pusat data yang mampu mendukung pengambilan kebijakan di sektor perkebunan dan hortikultura secara cepat, tepat, dan berbasis data.
Menurutnya, keberadaan sistem informasi yang terintegrasi akan mempermudah proses pengelolaan data, mulai dari usulan petani, pelaksanaan program, hingga evaluasi kegiatan di seluruh bidang.
“SimbunHorti bukan hanya menjadi media penyimpanan data, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis teknologi informasi. Karena itu seluruh admin harus memiliki pemahaman yang sama dalam mengoperasikan sistem ini,” kata Arwin.
Melalui pelaksanaan Bimtek tersebut, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra optimistis SimbunHorti akan menjadi salah satu inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung digitalisasi tata kelola pemerintahan di sektor perkebunan dan hortikultura di Sulawesi Tenggara.
Laporan : Rul R.










































