KENDARI, LINKSULTRA.COM — H. Belli Harli Tombili, S.E., M.Si., mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Belli sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata Sultra dan kemudian dipercaya mengisi posisi baru dalam penataan jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.
Dalam posisi barunya, Belli menggantikan Dr. La Ode Muhammad Shalihin, S.Pd., M.Pd., yang selanjutnya dipercaya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra.
Perpindahan tersebut menjadi bagian dari penataan jajaran pimpinan OPD Pemprov Sultra melalui keputusan gubernur yang ditetapkan pada September 2026.
Penempatan Belli di Dinas Koperasi dan UMKM membawa rekam jejak yang cukup kuat dari sektor pariwisata. Selama memimpin Dinas Pariwisata Sultra, sejumlah capaian daerah tercatat di tingkat nasional, baik melalui penghargaan maupun penguatan destinasi dan desa wisata.
Salah satu capaian tersebut adalah keberhasilan Sultra meraih penghargaan Provinsi Terbaik dalam Implementasi Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah pada Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2024. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Belli yang hadir mewakili pemerintah daerah.
Penghargaan itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Belli di sektor pariwisata. Penilaian ABBWI mencakup sejumlah aspek, antara lain kebijakan, pentahelix, output, pemasaran, pelaksanaan event pariwisata daerah dan quality tourism.
Capaian lainnya datang dari sektor investasi pariwisata. Dinas Pariwisata Sultra turut menyiapkan peluang investasi melalui pengembangan proyek pariwisata, termasuk konsep Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk pengembangan Toronipa Resort, Hotel dan MICE.
Belli juga menerima Indonesian Homestay Association (IHSA) Award 2025. Ia masuk dalam daftar 12 tokoh nasional dan daerah yang mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan industri homestay dan desa wisata. Penghargaan tersebut tercantum dalam Surat DPP IHSA Nomor 050/SE/DPP-IHSA/IV/2025.
Di bawah kepemimpinannya, pengembangan desa wisata menjadi salah satu perhatian Dinas Pariwisata Sultra. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemandu wisata, serta pengembangan potensi wisata berbasis budaya, alam dan petualangan.
Salah satu hasil yang mencuat adalah Desa Wisata Namu, Kabupaten Konawe Selatan, yang berhasil menembus 60 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 dan kemudian melaju ke 15 besar. Belli menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil sinergi masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan Pemprov Sultra.
Penguatan event pariwisata juga menjadi bagian dari program Dispar Sultra. Pada 2025, Wakatobi Wave dan Festival Wowine masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk Festival Wowine, Dispar Sultra memberikan dukungan sejak 2023 hingga 2025, termasuk melalui dukungan anggaran dan dana dekonsentrasi Kementerian Pariwisata.
Dari sisi promosi, Belli juga mendorong perluasan pemasaran destinasi Sultra melalui berbagai platform dan event nasional. Wakatobi dan Labengki, misalnya, dipromosikan melalui pameran Deep & Extreme Indonesia (DXI) 2024 di Jakarta. Dispar Sultra juga menggandeng influencer untuk memperluas promosi pariwisata melalui media digital.
Pada pelaksanaan STQH Nasional 2025 di Sultra, Dispar juga memanfaatkan momentum kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah untuk memperkenalkan destinasi wisata Sultra. Promosi dilakukan melalui media sosial, pendamping kontingen hingga penyusunan paket perjalanan oleh asosiasi agen travel.
Dengan berpindahnya Belli ke Dinas Koperasi dan UMKM, pengalaman tersebut menjadi modal dalam mengemban tugas baru yang berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Apalagi sektor pariwisata memiliki keterkaitan langsung dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah melalui UMKM kuliner, ekonomi kreatif, kerajinan, usaha homestay, jasa perjalanan hingga berbagai produk lokal yang menjadi bagian dari rantai ekonomi destinasi wisata.
Kini, pengalaman Belli dalam membangun jejaring, mengembangkan potensi lokal, memperkuat promosi serta mendorong pelaku usaha pariwisata akan menjadi bagian dari tantangan baru ketika dipercaya memimpin Dinas Koperasi dan UMKM Sultra.
Peralihan jabatan tersebut sekaligus menempatkan Belli pada sektor yang memiliki irisan kuat dengan pengalaman sebelumnya, yakni bagaimana memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu berkembang, naik kelas dan memiliki daya saing lebih luas.
Belli siap mendukung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dalam menyukseskan roda pemerintahan khususnya di bidang tehnis yang diembannya.
Laporan : Rul R.










































