KENDARI, LINKSULTRA.COM – Sebanyak 150 perempuan pelaku usaha mikro di dua kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima bantuan Modal Usaha untuk Ibu-Ibu (MANTU), salah satu program unggulan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program MANTU dirancang untuk membantu para ibu rumah tangga menjadi lebih produktif dan mandiri secara ekonomi. Melalui dukungan modal usaha, pemerintah berharap masyarakat dapat memperkuat sektor mikro sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah Sultra.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhammad Shalihin, menjelaskan bahwa program tersebut tengah difokuskan di dua kabupaten, yakni Kolaka dan Konawe.
“Totalnya ada 150 ibu-ibu penerima. Sebanyak 100 orang di Kolaka yang diatensi langsung oleh Gubernur saat peringatan HUT Sultra, dan 50 orang di Konawe yang menjadi bagian dari kegiatan program magot,” ungkap Shalihin di Kendari, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp300 juta telah dialokasikan dalam APBD 2025 untuk pelaksanaan program tersebut.

Masing-masing penerima akan memperoleh bantuan modal sebesar Rp2 juta yang langsung ditransfer melalui rekening yang dibukakan oleh Pemerintah Provinsi.
Menurut Shalihin, saat ini pihaknya masih menunggu proses review dari Inspektorat sebelum surat keputusan penyaluran (SK) diterbitkan. Ia memastikan seluruh bantuan akan tersalurkan secara tuntas sebelum akhir tahun 2025.
“Program ini bentuk perhatian nyata Pak Gubernur terhadap peran ibu-ibu pelaku usaha mikro di daerah. Sebagian besar pelaku UMKM di Sultra adalah perempuan, sehingga dukungan ini sangat relevan,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, dari 313 ribu pelaku usaha mikro yang terdaftar, sekitar 60 persen di antaranya merupakan perempuan dengan jenis usaha yang beragam, mulai dari kuliner, sembako, kriya, hingga olahan pangan lokal.
Shalihin menegaskan, bantuan tersebut bersifat hibah tanpa pengembalian, namun pemerintah tetap akan melakukan monitoring pada tahun 2026 untuk memastikan dana tersebut benar-benar digunakan dalam pengembangan usaha.
“Pemprov Sultra akan melakukan pendampingan dan evaluasi agar modal itu tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.
Untuk wilayah lain di Sultra, Shalihin menambahkan bahwa pelaksanaan program MANTU masih menunggu arahan lebih lanjut dari Gubernur ASR serta ketersediaan anggaran.
“Pemerintah provinsi berkomitmen agar program MANTU bisa menjangkau seluruh 17 kabupaten/kota, sehingga semakin banyak perempuan Sultra yang berdaya secara ekonomi,” pungkasnya.
Laporan: Rul R









































