Pemprov Sultra Percepat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Sultra.

Program strategis tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

Program pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.

Pemerintah provinsi menilai keberadaan gerai koperasi akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.

Di bawah koordinasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, pembangunan gerai koperasi terus bergerak secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan TNI melalui jajaran Kodim serta kolaborasi bersama PT Agrinas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, LM Shalihin, mengatakan percepatan pembangunan gerai koperasi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pusat ekonomi baru yang mampu menjangkau masyarakat desa secara langsung.

Menurutnya, koperasi tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendukung penuh percepatan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kehadiran gerai ini diharapkan mampu menjadi pusat distribusi, pemasaran, dan pemberdayaan usaha masyarakat desa maupun kelurahan,” ujar LM Shalihin.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka

Ia menambahkan, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka juga memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan gerai koperasi tersebut karena dinilai sejalan dengan visi pembangunan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

“Pak Gubernur sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung menyentuh masyarakat desa. Gerai koperasi akan menjadi ruang tumbuh ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan perkembangan pembangunan per 6 Mei 2026, total KDKMP yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mencapai 2.273 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 764 titik lahan telah siap bangun, sementara 64 gerai telah selesai dibangun dengan progres mencapai 100 persen. 

Daerah yang telah mencatat progres pembangunan signifikan di antaranya Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Konawe Utara, Buton Utara, hingga wilayah kepulauan seperti Wakatobi dan Muna.

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna memastikan kualitas pembangunan berjalan optimal.

LM Shalihin menjelaskan, Gerai Koperasi Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat desa.

Di dalamnya akan tersedia ruang aktivitas usaha masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, produk UMKM lokal, hingga penguatan sektor perdagangan berbasis koperasi.

Program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat posisi koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

“Gerai ini nantinya menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM desa. Produk-produk masyarakat dapat dipasarkan lebih luas, distribusi barang lebih mudah, dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Sulawesi Tenggara. Pemerintah provinsi ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terpencil maupun kepulauan memiliki akses ekonomi yang sama dengan daerah perkotaan.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar kesiapan lahan, administrasi, hingga dukungan masyarakat dapat berjalan selaras dengan target pembangunan yang telah ditetapkan.

Kolaborasi bersama TNI melalui jajaran Kodim dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan gerai di lapangan. Dukungan tersebut membuat pembangunan dapat dilakukan lebih efektif dan terorganisir, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

LM Shalihin optimistis program Gerai Koperasi Merah Putih akan memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara dalam jangka panjang. Ia berharap seluruh pihak terus mendukung program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin koperasi benar-benar hadir sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui Gerai Koperasi Merah Putih, pemerintah ingin membangun sistem ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV/RR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *