KENDARI, LINKSULTRA.COM – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan bahwa pelaksanaan tender proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra tidak didominasi perusahaan dari luar daerah.
Kepala Biro PBJ Setda Sultra, Mahadir Muhammad, menyebut dari 16 paket lelang yang telah dilaksanakan, baik pekerjaan fisik maupun jasa perencanaan, mayoritas pemenangnya merupakan perusahaan lokal Sultra.
Menurut Mahadir, hanya terdapat tiga paket yang dimenangkan perusahaan dari luar daerah. Ketiga paket tersebut merupakan pekerjaan jasa perencanaan yang berkaitan dengan pembangunan rumah sakit.
“Dari 16 lelang, baik fisik maupun perencanaan, rata-rata dimenangkan perusahaan lokal. Hanya tiga dari luar, itu pun perencanaan karena memang dari sisi pengalaman dan kualifikasi mereka unggul,” kata Mahadir.
Ia menjelaskan, proses pemilihan penyedia dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tidak membedakan peserta berdasarkan asal daerah.
Setiap perusahaan, baik yang berasal dari Sultra maupun luar daerah, memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses tender selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Siapa pun yang memasukkan penawaran, kami tidak membatasi mau lokal atau dari luar. Itu tidak boleh. Kalau kita membatasi, berarti kita melakukan diskriminasi,” jelasnya.
Mahadir mengatakan, setelah peserta memasukkan dokumen penawaran, Kelompok Kerja (Pokja) melakukan evaluasi berdasarkan aturan. Evaluasi tersebut mencakup kelengkapan administrasi, kualifikasi perusahaan, kewajaran penawaran hingga kesesuaian dengan persyaratan pekerjaan.
Menurutnya, pemenang ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap peserta yang dinilai paling memenuhi persyaratan dan memberikan penawaran terbaik sesuai ketentuan.
“Tidak ada lokal diistimewakan atau kita menolak yang luar. Selama mereka bisa memenuhi semua persyaratan dan penawarannya yang terbaik, itulah yang menjadi pemenangnya,” tegas Mahadir.
Tiga Perusahaan Luar pada Jasa Perencanaan
Mahadir menjelaskan, tiga perusahaan luar daerah yang memenangkan paket lelang tersebut bergerak pada jasa konsultansi perencanaan, khususnya pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan rumah sakit.
Ia menegaskan, terpilihnya perusahaan tersebut bukan karena adanya perlakuan khusus terhadap perusahaan luar daerah. Berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan tersebut dinilai memiliki pengalaman dan kualifikasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
“Untuk konsultan memang ada tiga. Itu konsultan untuk pembangunan rumah sakit. Dari sisi perencanaan mereka memang bagus-bagus. Kita pilih bukan karena mendiskriminasi perusahaan lokal atau mengistimewakan yang luar,” ujarnya.
Mahadir menambahkan, pengalaman dan kualifikasi menjadi bagian penting dalam menentukan penyedia, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kompetensi teknis dan pengalaman khusus.
Ia menegaskan perusahaan lokal tetap memiliki peluang yang sama untuk memenangkan tender apabila mampu memenuhi seluruh persyaratan dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Tidak Ada Pembatasan Berdasarkan Asal Daerah
Lebih lanjut, Mahadir mengatakan Pemprov Sultra tidak dapat membatasi keikutsertaan perusahaan hanya berdasarkan daerah asal.
Menurutnya, pembatasan berdasarkan asal perusahaan justru bertentangan dengan prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kalau perusahaan lokal memenuhi syarat, memiliki pengalaman dan kualifikasi yang dibutuhkan, tentu mereka punya kesempatan yang sama. Begitu juga perusahaan luar, selama memenuhi ketentuan, tidak boleh kita tolak hanya karena berasal dari luar daerah,” katanya.
Ia memastikan proses evaluasi dilakukan secara profesional berdasarkan dokumen penawaran dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, keputusan pemenang tender tidak didasarkan pada preferensi terhadap perusahaan lokal maupun luar daerah, tetapi pada kemampuan peserta dalam memenuhi persyaratan dan memberikan penawaran terbaik.
Mahadir berharap data tersebut dapat meluruskan informasi mengenai pelaksanaan tender di lingkungan Pemprov Sultra.
“Kalau dikatakan perusahaan luar mendominasi lelang, datanya tidak seperti itu. Dari 16 paket, mayoritas dimenangkan perusahaan lokal. Hanya tiga dari luar dan itu pada pekerjaan perencanaan karena mereka memang unggul dari sisi pengalaman dan kualifikasi,” pungkasnya.
Laporan : Rul R.












































