KENDARI, LINKSULTRA.COM – Momentum Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 dimanfaatkan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memperkuat transformasi digital di sektor transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengatakan pihaknya meluncurkan lima inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi.
Lima inovasi tersebut yakni E-Retribusi Pelabuhan, E-Retribusi Parkir, Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP OK), Sistem Informasi Lahan dan Bangunan Plus (SI LABANG), serta Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL).
Fadlansyah menjelaskan, kehadiran berbagai sistem digital tersebut merupakan bagian dari upaya Dishub Sultra mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan dan terintegrasi.
“Transportasi memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan Sulawesi Tenggara. Transportasi menghubungkan masyarakat, menghubungkan pusat-pusat ekonomi, serta menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan,” kata Fadlansyah dalam momentum Harhubnas 2026.
Menurutnya, pembangunan sektor perhubungan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Sistem pelayanan juga harus dikembangkan agar masyarakat dapat mengakses layanan transportasi dengan lebih mudah.
“Di sinilah transformasi digital menjadi sebuah kebutuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh inovasi yang diluncurkan tersebut telah diarahkan untuk terintegrasi dengan Bank Sultra. Salah satu penerapannya adalah sistem pembayaran retribusi yang memungkinkan penerimaan langsung tercatat dan masuk ke rekening daerah.
“Misalnya retribusi parkir, retribusinya langsung masuk ke Bank Sultra. Jadi kita pakai aplikasi itu untuk memastikan seluruh sumber PAD yang bersumber dari retribusi betul-betul masuk ke kas daerah,” jelasnya.
Fadlansyah menegaskan, digitalisasi tersebut tidak hanya diterapkan untuk retribusi parkir, tetapi juga pada layanan retribusi pelabuhan dan penyeberangan.
Dengan sistem tersebut, pembayaran retribusi dilakukan secara lebih terukur sehingga memudahkan pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap penerimaan sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Harapannya, inovasi ini bukan hanya menjadi sebuah aplikasi atau sistem digital yang diluncurkan pada hari ini, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk memperbaiki pelayanan publik di bidang perhubungan,” katanya.
Dishub Sultra juga mencatat inovasi tersebut telah didaftarkan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sultra. Bahkan, salah satu inovasi Dishub disebut masuk dalam nominasi tiga besar inovasi organisasi perangkat daerah dalam kompetisi inovasi daerah.
Dari sisi penerimaan, Fadlansyah mengatakan sektor retribusi menjadi salah satu sumber PAD yang dikelola Dishub Sultra. Untuk tahun 2026, target retribusi Dishub Sultra berada di kisaran Rp34 miliar.
Hingga saat ini, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp28 miliar, atau mendekati 80 persen dari target tahunan.
“Target kita Rp34 miliar. Sekarang sudah terealisasi sekitar Rp28 miliar,” ungkapnya.
Untuk mendukung sistem pembayaran tersebut, masyarakat atau pengguna layanan nantinya dapat menggunakan kartu yang memiliki saldo dan digunakan untuk melakukan pembayaran retribusi pada layanan transportasi yang telah menerapkan sistem digital.
Fadlansyah menyebut penerapan sistem tersebut telah mencakup pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sultra.
“Semua pelabuhan kita sudah menggunakan,” katanya.
Selain pelabuhan, Dishub Sultra juga berupaya mengoptimalkan sejumlah terminal yang selama ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan sebagai terminal kendaraan. Beberapa terminal dialihfungsikan secara terukur sebagai lokasi parkir maupun ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu contohnya berada di kawasan Pelabuhan Labuan, di mana terdapat area terminal di sekitar pelabuhan yang dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan.
Dengan pola tersebut, kendaraan yang hendak menggunakan layanan pelabuhan diarahkan untuk melakukan parkir di lokasi yang telah disiapkan, sekaligus memudahkan penarikan retribusi secara resmi dan tercatat.
Dishub juga mulai mengembangkan pemanfaatan terminal melalui kerja sama dengan pelaku UMKM. Salah satu konsep yang diterapkan adalah memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk berjualan di kawasan terminal, sehingga fasilitas tersebut tetap memiliki fungsi ekonomi bagi masyarakat.
“Kita kerja samakan dengan UMKM. Jadi orang nanti berjualan di situ, retribusinya langsung kita bayar untuk kas daerah,” jelas Fadlansyah.
Ia berharap digitalisasi transportasi yang dikembangkan Dishub Sultra dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi aset daerah.
“Teknologi harus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Masyarakat tidak boleh dibuat semakin sulit hanya karena ingin mendapatkan pelayanan transportasi,” tegasnya.
Dalam suasana Hari Perhubungan Nasional 2026, Fadlansyah menekankan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dari pembenahan sektor transportasi Sultra, baik dalam aspek pelayanan publik, pengelolaan retribusi maupun optimalisasi fasilitas perhubungan.
Laporan : Rul R.
















































