Jaelani Perjuangkan Sungai Jompi: Upaya Selamatkan Sumber Kehidupan dan Ekosistem Pulau Muna

MUNA, LINKSULTRA.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengunjungi kawasan Sungai Jompi di Kecamatan Katobu. Kunjungan kerja ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan aksi nyata berupa penanaman pohon di sekitar mata air Jompi.

Dalam reses ini, Jaelani didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Sultra La Ode Marshudi dan Anggota DPRD Kabupaten Muna. Mereka bersama-sama menyadari bahwa Sungai Jompi adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Raha dan beberapa kecamatan lainnya.

Menghadapi Krisis Ekosistem

Jaelani menyoroti fakta bahwa kondisi Sungai Jompi berada dalam fase kritis akibat kerusakan hutan penyangga. Berdasarkan penelitian Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO Kendari, sekitar 56,1% kawasan hutan lindung Jompi telah mengalami kerusakan, terutama pada ekosistem hutan jati. Dampaknya, debit air Sungai Jompi terus menurun drastis dari 300 liter per detik pada 1980-an menjadi hanya 120 liter per detik pada 2017.

Dorong Status Kawasan Konservasi

Sebagai solusi, Jaelani berkomitmen untuk mendorong penaikan status Hutan Lindung Jompi menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Langkah ini akan memberikan perlindungan lebih kuat dengan pengawasan langsung dari Kementerian Kehutanan. Selain melestarikan ekosistem, TWA juga membuka peluang pengembangan ekowisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Sungai Jompi adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Melalui status kawasan konservasi, pengawasan dan penindakan atas pelanggaran kehutanan dapat dilakukan lebih tegas,” tegas Jaelani.

Dukungan Masyarakat dan Pemerintah Lokal

Tokoh masyarakat setempat, seperti Ali Badin Fiihi dan Nur Kadas, menyambut baik inisiatif ini. Mereka menegaskan pentingnya melestarikan Jompi sebagai mata air strategis dan satu-satunya di Sulawesi Tenggara yang berada di ibu kota kabupaten. Dukungan juga datang dari DPRD Provinsi Sultra, yang akan mempercepat proses administrasi usulan status konservasi.

Melawan Kerusakan Akibat Tambang

Selain fokus pada Jompi, Jaelani juga menyoroti dampak negatif pertambangan di Sulawesi Tenggara, terutama pada hutan di pulau kecil. Ia mendesak pemerintah untuk lebih selektif dalam menerbitkan izin tambang, mengingat kerusakan lingkungan yang semakin meluas.

Harapan untuk Generasi Mendatang

Mengakhiri kunjungannya, Jaelani menegaskan pentingnya menjaga Sungai Jompi dan kawasan hutan sekitarnya sebagai warisan bagi generasi mendatang. “Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal masa depan anak cucu kita. Mari bersama-sama selamatkan Jompi sebagai sumber kehidupan dan aset berharga Pulau Muna,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan, upaya Jaelani dan masyarakat menjadi langkah awal menuju pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

 

 

Laporan : Rul R 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *