Jaelani Perkuat Ekonomi Masyarakat, 10 Kelompok Tani Hutan di Sultra Terima Bantuan Usaha

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi terus didorong Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani. Melalui sinergi dengan Kementerian Kehutanan, Jaelani menyalurkan bantuan usaha ekonomi produktif kepada 10 kelompok tani hutan dan kelompok binaan di Sulawesi Tenggara.

Bantuan tersebut masing-masing bernilai Rp50 juta per kelompok, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp500 juta.

Penyaluran bantuan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara.

Program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan konservasi.

Jaelani menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai langkah penting untuk membangun hubungan harmonis antara masyarakat dan lingkungan. Melalui dukungan modal usaha, kelompok penerima diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal tanpa mengabaikan prinsip pelestarian hutan dan ekosistem.

Bantuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok, memperluas kegiatan usaha, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Sinergi antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sultra tersebut mendapat sambutan positif dari kelompok penerima manfaat. Dukungan permodalan dinilai menjadi peluang untuk mengembangkan usaha produktif yang selama ini terkendala keterbatasan modal.

Adapun 10 kelompok penerima bantuan tersebut terdiri atas KTH Kaungka Lanobake, KTH Padangkuku, KTH Rimba Wawosunggu, Kelompok Nelayan Tersinar, KTH Berkah Bersama, KTH Ampera Jaya, KTH Matano Oe, KTH Kabunca, KTH Pokadulu, dan KTH Anoa Putra Matantahi.

Melalui program ini, Jaelani bersama BKSDA Sulawesi Tenggara berharap setiap kelompok dapat memanfaatkan bantuan secara optimal untuk mengembangkan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Pengelolaan dana juga diharapkan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota kelompok.

Selain penyaluran bantuan, pendampingan dan evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan usaha yang dikembangkan dapat berjalan sesuai tujuan program.

Dengan dukungan tersebut, pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya alam di Sulawesi Tenggara.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *