Kasus Balita Meninggal akibat Cacingan, Younis Liana: Negara Jangan Abai!

JAKARTA, LINKSULTRA.COM  – Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Younis Liana, menyampaikan duka mendalam sekaligus kecaman keras terhadap lemahnya perhatian negara, khususnya pemerintah dan DPR, atas kesehatan dasar anak-anak Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Younis menanggapi kasus meninggalnya Raya (4), balita asal Kampung Padangenyang, Sukabumi, akibat cacingan akut.

“Ini berita yang menyedihkan sekaligus menyentuh hati nurani kita. Bagaimana mungkin seorang anak kecil meninggal bukan karena penyakit langka atau berat, tetapi karena cacingan—penyakit yang semestinya sudah bisa dikendalikan puluhan tahun lalu,” tegas Younis, Sabtu (2308/25)

Ia menilai, ironi ini terjadi di tengah program pemerintah yang gencar mengkampanyekan makan bergizi gratis dan perang terhadap stunting. Menurutnya, negara tidak boleh lagi tinggal diam.

“Jika tragedi ini tidak menjadi alarm nasional, maka ada yang salah. Negara harus hadir. Apakah kita harus menunggu berapa banyak anak lagi yang jadi korban?” ujarnya.

Younis yang lama berkecimpung dalam pemberdayaan perempuan dan anak menegaskan, semua pemangku kepentingan—pemerintah pusat, daerah, serta stakeholder terkait—harus bertindak nyata melalui langkah-langkah berikut:

1. Menggalakkan edukasi kesehatan publik agar keluarga memahami pentingnya kebersihan diri, gaya hidup sehat, dan lingkungan bersih.

2. Menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga, termasuk tetangga sekitar.

3. Memperkuat layanan kesehatan primer dan memastikan program pemberian obat cacing massal berjalan efektif hingga sekolah dan pelosok desa.

4. Menjamin akses sanitasi dasar serta air bersih, mengingat cacingan erat kaitannya dengan kemiskinan dan lingkungan kotor.

5. Mengalokasikan anggaran prioritas khusus bagi anak-anak rentan, terutama di daerah terpencil.

6. Memastikan perawatan dasar anak, termasuk kebersihan kuku dan kerapihan rambut balita.

Selain itu, Younis juga menyerukan agar para politisi di DPR tidak menjadikan isu kesehatan anak hanya sebagai panggung politik.

“Tragedi Raya menjadi pesan tegas bahwa tantangan kesehatan dasar di Indonesia belum tuntas. Negara harus hadir melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat miskin di akar rumput, bukan sekadar spanduk atau laporan rapat. Ini soal nyawa, bukan sekadar program di atas kertas,” pungkasnya.

 

 

 

Laporan: Rul R.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *