KENDARI, LINKSULTRA.COM – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) secara resmi menetapkan 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026. Terdiri dari 38 pasang putra dan putri terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, mereka akan bertugas dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Istana Negara pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengumuman hasil pembentukan pasukan ini disampaikan langsung oleh Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, dalam konferensi yang disiarkan langsung melalui kanal resmi YouTube BPIP pada Senin, 22 Juni 2026.
Dari jumlah keseluruhan anggota terpilih, Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengukir prestasi dengan mengirimkan satu pasang perwakilan terbaik: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMAN 2 Baubau, serta Waode Bintang Adisya dari SMAN 1 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Keduanya berhasil melewati serangkaian seleksi ketat di tingkat nasional dan berhak mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam acara kenegaraan, menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Andrian, menjelaskan bahwa pengumuman hasil seleksi disampaikan serentak mulai pukul 11.30 Wita. Sebelumnya, Sulawesi Tenggara mengirimkan tiga pasang calon terbaik untuk mengikuti seleksi nasional. Dari jumlah tersebut, satu pasang dinyatakan lolos ke tingkat pusat, sedangkan dua pasang lainnya otomatis ditetapkan sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi dan akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan di lingkup daerah.
Menurut Andrian, seleksi Paskibraka bukan hanya mengukur kemampuan fisik semata, melainkan penilaian menyeluruh terhadap kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, serta pemahaman dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
Saat ini, pemerintah provinsi masih menunggu jadwal pemanggilan resmi dari BPIP terkait keberangkatan serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan terpusat. Mengacu pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pemusatan latihan biasanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan di wilayah Cibubur, Jakarta. Selama masa pembinaan, para anggota akan mendapatkan materi penguatan karakter, wawasan negara, serta pendalaman ideologi Pancasila guna mematangkan kesiapan sebelum hari pelaksanaan tugas.
Andrian berpesan kepada kedua perwakilan daerah agar dapat menjalani seluruh rangkaian persiapan dengan tanggung jawab penuh. “Mereka adalah putra-putri terbaik daerah. Tetaplah menjaga nama baik Sulawesi Tenggara, jaga kondisi fisik maupun mental, tetap rendah hati, dan fokus mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Terpilihnya kedua pelajar asal Sulawesi Tenggara ini kembali membuktikan bahwa generasi muda dari berbagai pelosok daerah terus dipercaya negara untuk memikul tanggung jawab bersejarah dan simbolis dalam menjaga nilai kemerdekaan bangsa.










































