KENDARI, LINKSULTRA.COM – Ribuan masyarakat memadati kawasan Eks MTQ Kota Kendari pada pelaksanaan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang menjadi ajang mempererat tali persaudaraan masyarakat Muna di perantauan ini berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai atraksi budaya serta penyajian 1.200 dulang sebagai upaya mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian pengunjung adalah kehadiran lima ekor kuda yang didatangkan khusus dari Kabupaten Muna Barat.
Kuda-kuda tersebut tidak hanya menjadi bagian dari prosesi penyambutan tamu kehormatan, tetapi juga ditampilkan untuk memperkenalkan salah satu tradisi khas masyarakat Muna, yakni perkelahian kuda atau yang dikenal sebagai deka ghole.
Dalam budaya Muna, perkelahian kuda bukanlah pertunjukan yang bertujuan mempertontonkan kekerasan terhadap hewan.
Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama dalam perayaan adat dan pesta rakyat.
Perkelahian terjadi secara alami ketika dua kuda jantan dipertemukan dalam pengawasan pawang berpengalaman. Atraksi tersebut dihentikan apabila salah satu kuda mulai mundur atau ketika situasi dinilai cukup, sehingga keselamatan hewan tetap menjadi perhatian utama.
Bagi masyarakat Muna, tradisi ini melambangkan keberanian, ketangguhan, semangat pantang menyerah, dan kehormatan.
Nilai-nilai tersebut diwariskan dari generasi ke generasi sebagai cerminan karakter masyarakat Muna yang menjunjung tinggi sportivitas, keberanian menghadapi tantangan, serta penghormatan terhadap adat istiadat.
Karena itu, atraksi perkelahian kuda tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan identitas budaya masyarakat Muna.
Selain atraksi budaya tersebut, acara Silaturahmi Akbar KKMM Sultra juga dirangkaikan dengan penyajian 1.200 dulang yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.
Penyajian dulang secara massal menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan kuliner dan tradisi Muna kepada masyarakat luas melalui pencatatan Rekor MURI.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Muna Bachrun Labuta, Bupati Muna Barat, Ketua KKMM Sulawesi Tenggara La Ode Darwin, serta sejumlah pejabat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga Muna yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, menyampaikan bahwa Silaturahmi Akbar bukan hanya menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Muna, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan warisan budaya yang dimiliki daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Melalui penyajian 1.200 dulang, atraksi budaya, serta penampilan lima ekor kuda dari Muna Barat, KKMM Sultra berharap nilai-nilai persatuan, gotong royong, pelestarian adat, dan kecintaan terhadap budaya leluhur dapat terus terjaga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Muna tetap hidup dan mampu menjadi bagian dari penguatan identitas budaya Sulawesi Tenggara di tengah perkembangan zaman.
Laporan : Rul R.










































