KENDARI, LINKSULTRA.COM – Komitmen untuk mendukung pendidikan inklusif kembali ditegaskan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Melalui sambutan yang disampaikan oleh Maswati Madjid, Wakil Ketua Pokja II PKK Sultra, mewakili Ketua TP PKK Provinsi Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, PKK menegaskan kesiapan mereka menjadi mitra strategis dalam mendampingi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Hal itu disampaikan dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sulawesi Tenggara, yang berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta.
Dalam sambutannya, Maswati menyampaikan permohonan maaf dari Ibu Arinta yang berhalangan hadir langsung, namun menitipkan salam hangat dan dukungan penuh agar kegiatan pelatihan berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi pendidikan di Sultra.
“Bagi kami di PKK, setiap anak adalah titipan berharga yang harus kita jaga dan berikan kesempatan terbaik untuk bertumbuh, termasuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.
PKK Dorong Deteksi Dini dan Edukasi Keluarga
Maswati menuturkan bahwa melalui Pokja II dan Pokja IV, PKK telah lama fokus pada pendidikan karakter serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu. Bahkan tak jarang, kader PKK menjadi pihak pertama yang menyadari adanya kebutuhan khusus pada anak-anak di masyarakat.
Ke depan, PKK siap mendukung penuh edukasi dan sosialisasi deteksi dini anak berkebutuhan khusus, serta pendidikan inklusif yang menjangkau hingga ke tingkat Dasawisma. PKK juga menawarkan diri menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan keluarga.
“Lebih dari itu, kami siap berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan parenting dan kelompok dukungan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus, dengan melibatkan guru SLB sebagai narasumber yang kompeten,” tambahnya.
Guru SLB, Pahlawan Pendidikan yang Tak Tergantikan
Dalam kesempatan tersebut, Maswati menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru SLB yang disebutnya sebagai perpanjangan tangan kasih sayang orang tua di rumah.
“Guru SLB bukan hanya pendidik, tapi juga pahlawan yang dengan sabar membimbing dan membuka potensi tersembunyi dari anak-anak istimewa kita,” ucapnya penuh haru.
PKK berharap pelatihan ini bisa memperkuat komunitas guru SLB, meningkatkan kompetensi, menyebarkan ilmu, dan mendorong penerimaan masyarakat terhadap pendidikan inklusif yang lebih luas.
Dengan sinergi yang kuat antara PKK, sekolah, dan masyarakat, diharapkan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Sultra akan semakin inklusif, berdaya, dan membanggakan.










































