Wagub Hugua Dorong Pemerintah Siapkan Fasilitas dan Ruang Kerja bagi Penyandang Autisme

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap isu autisme. Hal itu disampaikan saat membuka Talkshow Peduli Autis 2025 di The Park Kendari, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra melalui UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (PSBK) ini mengangkat tema “Bersama Membangun Dunia yang Ramah untuk Semua”.

Acara menghadirkan narasumber nasional dan daerah, di antaranya Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.AppPsych., Ph.D (Guru Besar Psikologi Klinis Komunitas Universitas Airlangga), Ir. Hugua, M.Ling (Wakil Gubernur Sultra), Andi Muh. Saenuddin (Ketua Komisi IV DPRD Sultra), serta Nurhaerani Haeba, S.Pi., M.Si., MPsi., Psikolog (Kepala UPTD PSBK Dikbud Sultra). Plt Kepala Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, M.Hum, juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain talkshow, acara dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kreatif seperti pertunjukan talenta anak disabilitas, sharing session bersama pendamping anak autis, lomba mewarnai, menggambar, fashion show, hingga lomba menulis cerita pendek untuk pendamping anak autis.

Pemerintah Harus Hadir untuk Anak Autis

Dalam sambutannya, Hugua menegaskan bahwa autisme merupakan isu sosial dan kesehatan yang memerlukan kebijakan nyata dari pemerintah. Ia menyebut angka indikasi autisme di Indonesia terus meningkat, termasuk di Sultra.

“Riset menunjukkan dari 20 kelahiran, tujuh di antaranya terindikasi autis. Ini harus menjadi perhatian bangsa,” ujar Hugua.

Ia menilai pentingnya pemerataan fasilitas terapi dan tenaga pendidik khusus di seluruh daerah agar anak-anak penyandang autisme dapat tumbuh dan berprestasi sesuai potensinya.

“Minimal di 17 kabupaten dan kota tersedia layanan terapi dengan guru dan terapis yang memadai. Anak autis bisa berprestasi jika mendapat penanganan yang tepat,” jelasnya.

Hugua juga mendorong pemerintah daerah dan dunia usaha agar menyediakan ruang kerja yang sesuai dengan kemampuan penyandang autisme.

“Mereka punya keahlian dan potensi besar. Pemerintah perlu menyiapkan ruang kerja inklusif agar mereka bisa mandiri dan produktif,” tambahnya.

DPRD Sultra Siapkan Payung Hukum

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Andi Muh. Saenuddin, menyatakan dukungan penuh lembaganya terhadap langkah pemerintah. Ia mengungkapkan, DPRD tengah mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Autisme di Sultra.

“Kami dorong inisiasi perda agar ada payung hukum konkret mencakup 17 kabupaten/kota, termasuk dukungan penyediaan tenaga terapis melalui pemerintah,” jelasnya.

Menurutnya, pembentukan perda tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, kesehatan, dan komunitas penyandang disabilitas.

Hasil Talkshow Jadi Rekomendasi Program 2026

Plt Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan bahwa hasil diskusi publik dalam Talkshow Peduli Autis 2025 akan dijadikan bahan penyusunan program prioritas tahun 2026.

“Ke depan kami akan menyiapkan ruang interaksi dan ekspresi bagi anak berkebutuhan khusus, terutama penyandang autis. Ini menjadi bagian dari program berpihak kami tahun 2026,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan di Eks MTQ Kendari

Sebelumnya, rangkaian Peduli Autis 2025 telah dimulai pada Sabtu (25/10/2025) di kawasan Eks MTQ Kendari dengan konsep play land. Berbagai wahana edukatif dan hiburan disiapkan, seperti istana balon, permainan edukatif, jalan santai, festival, dan pembagian doorprize.

Kegiatan ini menjadi ruang rekreasi inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus serta bentuk nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap dunia inklusi di Sulawesi Tenggara.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *