KENDARI, LINKSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Unit Penunjang Akademik Pusat Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (UPA PK2M) menggelar Business Case Competition and Pitching Day sebagai puncak rangkaian Business Case Competition & Pitching Day.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 29–30 April 2026, dan menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan gagasan bisnis mereka.
Kepala UPA PK2M UHO, Lade Sirjon, SH., LL.M., dalam wawancara pada Kamis (29/4/2026), menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kompetitif yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, inovatif, dan aplikatif dalam dunia kewirausahaan.
“Konsepnya sederhana tapi berdampak besar. Gagasan bisnis mahasiswa dikompetisikan. Jika ide dan gagasannya dinilai layak oleh dewan juri, maka UPA PK2M akan memberikan reward berupa fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program kewirausahaan yang dijalankan UPA PK2M tidak bersifat seremonial semata, melainkan dirancang berkelanjutan untuk benar-benar melahirkan wirausaha muda dari kalangan mahasiswa.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di kompetisi saja. Ide-ide terbaik harus bisa tumbuh menjadi usaha nyata. Karena itu, kami siapkan skema lanjutan berupa pendampingan dan pembiayaan,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai jurusan dan latar belakang. Seluruh peserta mengajukan proposal bisnis yang disusun berdasarkan template dan panduan resmi dari panitia. Tidak ada sesi pemberian materi selama lomba, karena fokus utama berada pada kualitas ide dan kesiapan proposal yang telah disusun peserta sebelumnya.
Proposal-proposal tersebut kemudian diuji oleh lima juri independen yang berasal dari luar lingkungan kampus. Kehadiran juri eksternal ini menjadi langkah penting untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian.
“Juri berasal dari luar kampus agar penilaiannya benar-benar objektif. Mereka akan menguji gagasan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan. Apapun hasil keputusan juri, itu bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun,” tegas Lade Sirjon.
Dalam proses penilaian, para juri tidak hanya melihat aspek ide semata, tetapi juga kelayakan bisnis, potensi pasar, inovasi, serta kesiapan implementasi dari setiap proposal. Hal ini dilakukan agar ide yang terpilih benar-benar memiliki peluang untuk berkembang di dunia usaha.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta yang lolos dan memiliki gagasan terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendanaan lanjutan melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Program ini merupakan bentuk penyertaan modal bagi mahasiswa terpilih agar dapat merealisasikan ide bisnisnya secara konkret.
“PMW adalah wadah lanjutan. Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan dukungan modal usaha. Jadi tidak berhenti di ide saja, tetapi langsung masuk ke tahap implementasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa batasan latar belakang tertentu, sehingga kompetisi ini benar-benar terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memiliki minat di bidang kewirausahaan.
“Pesertanya dari berbagai kalangan mahasiswa, total 100 orang. Semua punya peluang yang sama selama ide yang diajukan memenuhi kriteria dan dinilai layak oleh juri,” katanya.
Melalui kegiatan ini, UHO berharap dapat menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa serta menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
“Harapan kami, dari kegiatan ini lahir mahasiswa yang berani memulai usaha, tidak hanya mencari kerja tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Ini bagian dari komitmen kami dalam membangun generasi muda yang mandiri dan inovatif,” tutupnya.
Laporan: Rul R.









































