KENDARI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sejumlah capaian sejak pemerintahan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) bersama Wakil Gubernur Hugua mulai berjalan pada 2025. Capaian tersebut mencakup penghargaan di bidang inovasi, penguatan kapasitas laboratorium lingkungan, hingga perluasan kerja sama pengujian sampel lingkungan dengan perusahaan dan laboratorium nasional.
Salah satu capaian terbaru DLH Sultra ditandai dengan penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri yang diterima Pemprov Sultra dalam acara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.
Dalam ajang tersebut, Pemprov Sultra meraih Terbaik II tingkat provinsi untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian dan diterima langsung Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.
Atas capaian tersebut, Pemprov Sultra memperoleh insentif fiskal sebesar Rp4,5 miliar. Penghargaan ini menjadi salah satu catatan terbaru atas kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Namun, capaian tersebut bukan satu-satunya prestasi DLH Sultra selama masa pemerintahan ASR. Dalam periode 2025 hingga 2026, DLH Sultra juga mencatat prestasi melalui Inovasi Award yang diraih pada tahun 2025 dan kembali memperoleh penghargaan inovasi pada tahun 2026.
Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan adanya penguatan inovasi dalam penyelenggaraan urusan lingkungan hidup di Sultra. Berbagai inovasi yang dikembangkan DLH menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan lingkungan.
Di sisi lain, penguatan tidak hanya dilakukan melalui program dan inovasi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan kapasitas teknis. Salah satunya melalui peningkatan status Laboratorium Lingkungan DLH Provinsi Sultra.
Laboratorium Lingkungan DLH Sultra resmi naik kelas setelah mengantongi status laboratorium teregistrasi Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian tersebut menandai penguatan kapasitas pengujian lingkungan di daerah sekaligus membuka peluang besar kerja sama dengan sektor industri, khususnya perusahaan pertambangan yang beroperasi di Bumi Anoa.
Status registrasi tersebut melengkapi Akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang telah dimiliki Laboratorium Lingkungan DLH Sultra.
Dengan status sebagai laboratorium lingkungan hidup teregistrasi, fasilitas tersebut memiliki kapasitas yang semakin kuat dalam mendukung kebutuhan pengujian sampel lingkungan di Sultra sesuai ruang lingkup dan persyaratan yang berlaku.
Penguatan kapasitas tersebut juga mulai diwujudkan melalui kerja sama pengujian sampel lingkungan dengan sektor industri. Laboratorium Lingkungan DLH Sultra telah bekerja sama melakukan pengujian sampel lingkungan dari dua perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan laboratorium lingkungan di Sultra, sekaligus membuka ruang bagi fasilitas milik pemerintah daerah untuk berperan dalam mendukung kebutuhan pengujian lingkungan dari sektor industri.
Selain menjalin kerja sama dengan perusahaan, Laboratorium Lingkungan DLH Sultra juga membangun kemitraan dengan laboratorium nasional, yakni Laboratorium PT Graha Mutu Persada dan PT Starlab.
Kemitraan tersebut memperkuat jejaring laboratorium dalam mendukung kegiatan pengujian lingkungan. Kerja sama antarlaboratorium juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas teknis dan pemenuhan kebutuhan pengujian dengan standar yang dipersyaratkan.
Bagi Sultra yang memiliki aktivitas industri dan pertambangan cukup besar, keberadaan laboratorium lingkungan yang teregistrasi dan terakreditasi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis data.
Data hasil pengujian laboratorium dapat menjadi bagian dari informasi teknis dalam pemantauan kualitas lingkungan, baik untuk kebutuhan pemerintah maupun dunia usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa penguatan sektor lingkungan pada masa pemerintahan ASR tidak hanya diarahkan pada penghargaan, tetapi juga menyentuh aspek inovasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan fasilitas pengujian serta perluasan jejaring kerja sama.
Dengan demikian, penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang baru diterima di Makassar menjadi salah satu bagian dari rangkaian capaian DLH Sultra sejak 2025. Sebelumnya, DLH telah mencatat prestasi melalui penghargaan inovasi pada 2025 dan 2026, sekaligus memperkuat Laboratorium Lingkungan hingga teregistrasi Kementerian Lingkungan Hidup.
Rangkaian capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan ASR dalam memperkuat tata kelola lingkungan hidup, meningkatkan kapasitas pengujian di daerah, serta membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan jejaring laboratorium nasional.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya bersama seluruh masyarakat menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Mendagri yang memberikan apresiasi kepada kami, termasuk fiskalnya, yang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” kata Gubernur dalam konferensi pers bersama Mendagri usai kegiatan.
Laporan : Rul R.
















































