Tanpa Anggaran APBD-APBN, Famtrip Overland Sultra Dorong Kolaborasi Komunitas Promosikan Destinasi Wisata

KOLAKA, LINKSULTRA.COM – Rangkaian kegiatan Famtrip Overland tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) berlanjut dengan kegiatan Sharing Session yang digelar di Pantai Shaka, Desa Sanisani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, media, hingga pegiat olahraga wisata untuk membahas pengembangan dan promosi destinasi wisata di Sulawesi Tenggara.

Famtrip Overland yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 tersebut menjelajahi sejumlah destinasi unggulan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Kolaka Timur.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas Pariwisata Sultra Dr. M. Ridwan Badallah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Andi Pangoriseng, Kepala Desa Sanisani, serta para peserta dari berbagai komunitas dan organisasi pariwisata.

Ridwan Badallah mengapresiasi seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk Ketua TP PKK Sultra, Arinta Anila Apsar, yang turut ambil bagian dalam perjalanan Famtrip Overland.

Menurut Ridwan, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa promosi pariwisata tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Dengan semangat kolaborasi, berbagai pihak dapat bergerak bersama memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Tenggara.

“Ini adalah kegiatan yang kita laksanakan tanpa menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Semua bergerak dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pariwisata Sulawesi Tenggara,” kata Ridwan.

Ia menyampaikan, sepanjang perjalanan para peserta telah melihat secara langsung sejumlah destinasi yang memiliki daya tarik berbeda, mulai dari Padang Pajongan di Bombana, Pantai Kalomang di Kolaka, hingga Pantai Shaka di Sanisani.

Menurutnya, masing-masing destinasi memiliki karakter dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan Sulawesi Tenggara.

“Mulai dari Padang Pajongan Bombana, Pantai Kalomang Kolaka, sampai Pantai Shaka di Sanisani, semuanya memiliki keindahan masing-masing. Ini yang harus kita promosikan bersama,” ujarnya.

Ridwan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang rela menempuh perjalanan dengan kendaraan masing-masing untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur dalam Famtrip Overland menjadi gambaran nyata penerapan konsep pentahelix pariwisata, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

“Ini fungsi pentahelix kepariwisataan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan komunitas, pelaku usaha, media, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun pariwisata,” jelasnya.

Kehadiran wartawan dan media dalam perjalanan tersebut juga dinilai memiliki peran penting. Para jurnalis tidak hanya mengikuti perjalanan, tetapi turun langsung melihat kondisi destinasi sehingga dapat menyampaikan potensi wisata Sultra kepada masyarakat secara lebih faktual dan menarik.

“Media ikut turun bersama kita, melihat langsung destinasi, merasakan perjalanan dan kemudian memberitakan apa yang mereka lihat. Ini menjadi bagian penting dari promosi pariwisata,” tambah Ridwan.

Selain menikmati keindahan Pantai Shaka, rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan aktivitas paralayang di kawasan Sanisani. Kehadiran olahraga dirgantara tersebut menjadi salah satu daya tarik tambahan yang menunjukkan bahwa destinasi di wilayah tersebut memiliki potensi dikembangkan menjadi lokasi wisata berbasis olahraga dan petualangan.

Dalam Sharing Session, peserta juga mendiskusikan berbagai hal terkait pengembangan destinasi, pola promosi, kesiapan daerah, penguatan komunitas, hingga peluang mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

Ridwan berharap kegiatan yang saat ini dilakukan secara mandiri dapat menjadi embrio bagi pelaksanaan Famtrip Overland yang lebih besar pada masa mendatang.

“Harapannya kegiatan ini ke depan bisa lebih besar, lebih terorganisir dan mendapatkan perhatian serta dukungan dari pemerintah pusat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah langkah awal untuk menunjukkan bahwa Sultra memiliki destinasi yang layak untuk dipromosikan lebih luas,” katanya.

Kadispar Kolaka Bangga

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Andi Pangoriseng mengaku bangga dengan pelaksanaan Famtrip Overland yang menurutnya menjadi kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam format seperti ini.

Terlebih, kegiatan tersebut dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Ini luar biasa. Sepengetahuan kami, kegiatan seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Yang lebih membanggakan, kegiatan ini dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran pemerintah,” ujar Andi Pangoriseng.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Kolaka kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, promosi secara langsung melalui komunitas, pelaku industri perjalanan, media dan berbagai kelompok masyarakat dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan popularitas destinasi wisata di Kolaka.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, destinasi wisata di Kolaka semakin dikenal, bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga wisatawan mancanegara,” katanya.

Ia juga menilai kawasan Sanisani memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga, khususnya paralayang.

“Sanisani ini sangat potensial. Saat ini sudah siap untuk dilakukan kegiatan paralayang. Ini tentu menjadi salah satu potensi yang bisa kita kembangkan untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Kolaborasi Berbagai Komunitas

Kegiatan Famtrip Overland tersebut melibatkan berbagai unsur dan komunitas pariwisata yang ikut mendukung promosi destinasi Sulawesi Tenggara.

Di antaranya Dinas Pariwisata Sultra, Pemerintah Kabupaten Bombana, Pemerintah Kabupaten Kolaka, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Dekranasda, TP PKK, Generasi Pesona Indonesia (GenPI), ASITA/Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, Jelajah Sultra, Camper Van Indonesia 29 Sultra, Elang Tenggara Paralayang, serta VES Community Anoa Chapter Sultra.

Keterlibatan berbagai komunitas tersebut memperlihatkan bahwa promosi pariwisata Sultra dapat dilakukan melalui gerakan bersama dengan mengandalkan jejaring komunitas, industri perjalanan, media dan masyarakat.

Perjalanan Famtrip Overland bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi menjadi upaya memperkenalkan destinasi dari dekat, membangun jejaring antardaerah, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara.

Dengan konsep tersebut, setiap peserta diharapkan menjadi bagian dari mata rantai promosi yang membawa cerita, pengalaman dan potensi destinasi Sultra ke masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan Famtrip Overland tiga kabupaten ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, dengan rute yang mengeksplorasi sejumlah destinasi unggulan di Bombana, Kolaka dan Kolaka Timur.

 

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *