Tingkatkan Kesadaran Kebencanaan, Sultra Gelar Program Tagana Masuk Sekolah di Koltim

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran kebencanaan sejak dini melalui pelaksanaan program “Tagana Masuk Sekolah” (TMS).

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 30 Agustus 2025 di SMAN 1 Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), sebagai bagian dari implementasi program strategis gubernur di bidang pendidikan dan kebencanaan.

Pelaksanaan TMS ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 dan Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keselamatan dan Kesiapsiagaan Bencana di Satuan Pendidikan. Surat edaran tersebut menekankan pentingnya integrasi materi kebencanaan dalam dunia pendidikan guna menciptakan generasi yang tangguh dan tanggap terhadap bencana.

Menurut Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra, Wawan Arianto, program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen kebencanaan di kalangan siswa, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pelatihan keterampilan hidup.

“Indonesia adalah salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia, baik itu gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun kebakaran hutan. Melalui kegiatan Tagana Masuk Sekolah, para siswa akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Ini adalah investasi penting untuk masa depan,” ujarnya.

Apa Itu TAGANA?

TAGANA (Taruna Siaga Bencana) adalah relawan sosial yang dibentuk dan dibina oleh Kementerian Sosial RI yang memiliki kepedulian serta kemampuan dalam penanggulangan bencana. Tagana berperan penting dalam:

• Edukasi kebencanaan

• Evakuasi korban

• Pendirian dapur umum dan tenda darurat

• Trauma healing pasca-bencana

• Simulasi tanggap darurat di lingkungan masyarakat dan sekolah

Dalam program TMS, Tagana akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan praktis dan simulasi penanggulangan bencana, seperti penggunaan alat keselamatan, teknik evakuasi, dan pertolongan pertama.

Tujuan dan Manfaat Program TMS

Program TMS bertujuan untuk:

• Membangun budaya sadar bencana di kalangan pelajar

• Meningkatkan ketangguhan sekolah dalam menghadapi bencana

• Melatih siswa menjadi agen informasi kebencanaan di keluarga dan masyarakat

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun masyarakat yang berpengalaman dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat, sehingga mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

Harapan untuk Generasi Muda

Dengan diadakannya kegiatan ini, pemerintah berharap siswa tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Program ini akan menjadikan siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga terampil dalam praktik penanggulangan bencana. Ini penting sebagai bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial,” pungkas Wawan Arianto.

Program TMS di Sultra akan terus digelar secara berkala dengan melibatkan sekolah-sekolah di seluruh kabupaten/kota, serta menggandeng berbagai instansi terkait seperti BPBD, Dinas Pendidikan, dan PMI.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *