KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulawesi Tenggara menggelar Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) II tingkat provinsi sebagai langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi dan melahirkan instruktur yang profesional serta transformatif.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Tenggara pada 3–5 April 2026 dan diikuti oleh 17 peserta dari berbagai daerah, di antaranya Buton, Baubau, Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, dan Kota Kendari.
Ketua panitia, Yati, menyampaikan bahwa LINA II menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas kader, khususnya dalam menyiapkan instruktur yang mampu menggerakkan organisasi.
“Peserta diharapkan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak organisasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan tim instruktur yang dimandatkan oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, di antaranya Uswatun Hasanah sebagai Master of Training dan Sakinah Fitrianti sebagai Vice Master of Training, bersama instruktur lainnya dari Sulawesi Tenggara.
Mengusung tema “Instruktur Berkepribadian Nasyiah, Profesional, dan Transformatif untuk Penguatan Gerakan Berkemajuan di Sulawesi Tenggara,” kegiatan ini diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas ideologis sekaligus kemampuan teknis sebagai instruktur.
Sementara itu, Ketua PWNA Sulawesi Tenggara, Fharanita Muhita, menegaskan pentingnya menghadirkan Nasyiatul Aisyiyah yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan Nasyiah yang semakin eksis dan memberikan kontribusi nyata, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun di tengah masyarakat luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, LINA II juga menjadi ruang transformasi kader, khususnya bagi mereka yang sebelumnya aktif di organisasi otonom seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, untuk melanjutkan peran di Nasyiatul Aisyiyah.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi dan Pembinaan AMM PWM Sultra, Sainuddin, Ketua Majelis Pembinaan Kader PWA Sultra, Muallimah, serta pimpinan organisasi otonom tingkat provinsi dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, PWNA Sulawesi Tenggara optimistis dapat melahirkan instruktur yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menggerakkan organisasi secara berkelanjutan.









































