Tabrak Lari di Kendari, Gubernur Sultra Sambangi Keluarga Korban

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyambangi kediaman keluarga korban tabrak lari yang terjadi di perempatan lampu merah PLN, Kota Kendari. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan penanganan terhadap keluarga korban berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa pelaku tabrak lari telah berhasil diamankan oleh pihak berwajib. Gubernur juga menegaskan bahwa pelaku harus bertanggung jawab secara hukum serta memberikan santunan kepada keluarga korban.

Didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, Gubernur meninjau langsung kondisi rumah dan kehidupan keluarga korban yang diketahui memiliki tujuh orang anak. Orang tua korban bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Andi Sumangerukka mengimbau agar anak-anak tidak lagi beraktivitas berjualan di pinggir jalan karena memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. Ia meminta pemerintah setempat, mulai dari RT, RW hingga lurah, untuk aktif memantau kondisi sosial masyarakat serta memastikan bantuan sosial disalurkan secara tepat sasaran.

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah. Pendataan dan pengawasan di lapangan harus dilakukan secara langsung,” ujar Andi Sumangerukka.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan memfasilitasi masyarakat yang bekerja serabutan melalui skema pekerjaan outsourcing. Pekerjaan tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, sehingga terdapat kepastian penghasilan dan jaminan hidup bagi keluarga.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan bahwa tindak lanjut bantuan bagi keluarga korban merupakan arahan langsung dari Gubernur Sultra. Pemerintah Kota Kendari akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Kendari dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara dalam penyaluran bantuan dan program pemberdayaan.

Selain santunan, keluarga korban juga akan mendapatkan bantuan bedah rumah melalui Program Stimulan Pembangunan Swadaya (PSBS) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Program tersebut diharapkan dapat sekaligus memberdayakan orang tua korban yang bekerja di bidang bangunan.

Pemerintah daerah berharap, melalui bantuan sosial dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, keluarga korban dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak serta anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan aman.

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *