Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan Jadi Fokus Gubernur Sultra Tahun 2026

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan daerah pada tahun 2026 dengan fokus utama pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara, J. Robert, saat memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah yang digagas oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub), Andi Sumangerukka – Hugua.

Kata Robert, pada sektor infrastruktur, Pemprov Sultra memberi perhatian besar pada peningkatan kualitas jalan serta konektivitas antarwilayah, khususnya melalui perhubungan darat.

Fokus diarahkan pada pengembangan dan peningkatan fasilitas di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan besar yang menjadi simpul penting mobilitas orang dan barang.

“Perhubungan darat, terutama di pelabuhan penyeberangan, menjadi prioritas karena sangat menentukan kelancaran distribusi dan konektivitas wilayah,” ujar J. Robert.

Selain itu, Pemprov Sultra juga menaruh perhatian pada penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional 3 juta rumah.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pengurangan kawasan permukiman kumuh.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan pada pengembangan sekolah unggulan. Meski sebagian besar anggaran bersumber dari pemerintah pusat, Pemprov Sultra mengoptimalkan kewenangan daerah, terutama dalam proses seleksi siswa dan pemenuhan kebutuhan pendukung lainnya agar pelaksanaan program berjalan maksimal.

Sementara pada sektor kesehatan, fokus utama diarahkan pada peningkatan pelayanan kesehatan gratis di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit.

Salah satu program strategis yang menjadi perhatian serius adalah pembangunan fasilitas radioterapi untuk penanganan pasien kanker.

Saat ini, Pemprov Sultra tengah membangun fasilitas radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas. Pembangunan ini dinilai mendesak mengingat rencana bantuan peralatan radioterapi dari pemerintah pusat yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027.

“Radioterapi membutuhkan ruangan khusus berupa bunker dengan standar teknis ketat karena berkaitan dengan radiasi. Proses pembangunan bunker ini membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan bulan,” jelas J. Robert.

Untuk itu, pada tahun 2026, Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk pembangunan tahap pertama, yakni struktur dan bunker radioterapi. Anggaran tersebut berasal dari skema specific grant bidang kesehatan dengan nilai sekitar Rp13 miliar.

Adapun pada sektor pangan, pemerintah daerah memfokuskan kebijakan pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan produktivitas, pemberdayaan petani, serta penguatan sistem pemasaran hasil pertanian. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

“Secara umum, arah pembangunan Sultra 2026 bertumpu pada empat fokus besar, yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pangan. Keempat sektor ini saling berkaitan dan menjadi fondasi utama pembangunan daerah,” pungkas J. Robert.

 

Laporan : Rul R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *