KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antarkabupaten menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sultra pada 2026.
Menurutnya, konektivitas antarwilayah sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memangkas jarak tempuh yang selama ini harus dilalui dengan memutar.
“Antarkabupaten itu menjadi prioritas kita. Kenapa? Karena jalan-jalan yang digunakan itu adalah jalan-jalan yang menghubungkan antarkabupaten dan kota,” kata Andi Sumangerukka saat meninjau pembangunan jalan di Kabupaten Konawe Selatan dan Bombana, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, melalui pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan, konektivitas antara Kabupaten Bombana, Kolaka Timur, Kolaka, dan Konawe Selatan diharapkan semakin terhubung.
“Jadi warga tidak harus memutar lagi. Konektivitas antara kabupaten, Bombana, Kolaka Timur, Kolaka, sama Konsel itu nanti akan terhubungkan semua,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada wilayah daratan, tetapi turut menyasar kawasan kepulauan.
“Ya, pasti. Jadi anggaran nanti akan kita siapkan untuk daratan dan kepulauan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur melakukan peninjauan langsung sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana.
Di Konawe Selatan, Gubernur didampingi Bupati Irham Kalenggo meninjau pekerjaan pengaspalan ruas jalan Ambesea.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui manfaat pembangunan jalan terhadap aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bekerja di sektor pertanian.
Salah seorang warga, Umar, yang berprofesi sebagai petani sawah, mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan jalan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kalau jalannya sudah bagus. Ini digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama kami yang bekerja sebagai petani,” ungkap Umar.
Menurutnya, kondisi jalan yang semakin baik akan mempermudah mobilitas masyarakat dan pengangkutan hasil pertanian.
Warga lainnya juga mengungkapkan kegembiraannya. Selama ini, kondisi jalan yang kurang baik menjadi kendala ketika masyarakat melakukan perjalanan menuju Pasar Punggaluku maupun Ambesea.
“Senang sekali. Selama ini kalau kami ke pasar di Punggaluku, kondisi jalannya seperti ini. Begitu juga kalau dari Punggaluku ke Ambesea. Alhamdulillah, sekarang jalan sudah mulai diaspal,” tuturnya.
Menanggapi harapan masyarakat, Gubernur meminta agar infrastruktur yang dibangun nantinya dijaga dan dipelihara bersama.
“Saya berharap setelah jalan ini selesai, tolong dipelihara. Manfaatkan dengan baik untuk kepentingan seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut. Pemerintah Kabupaten Konsel menyambut baik perhatian Pemprov Sultra terhadap peningkatan infrastruktur jalan di wilayahnya.
Selain di Konsel, Gubernur juga meninjau pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi Kasipute–Lora–Bambaeya di Kabupaten Bombana.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Bombana, Burhanudin. Kehadiran Gubernur di lokasi pembangunan mendapat sambutan positif dari kepala daerah setempat.
Bupati Bombana, Burhanudin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Gubernur Sultra terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya.
“Kami sangat senang dan bersyukur atas kunjungan Bapak Gubernur. Ini menjadi perhatian dan dorongan bagi kami di daerah, khususnya dalam melihat langsung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Bombana,” ungkap Burhanudin.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA dan BM) Sultra, Muh Said, menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaeya dilaksanakan melalui beberapa segmen.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah titik penanganan dengan panjang pekerjaan masing-masing sekitar 2,5 kilometer, 4,4 kilometer, dan 3,1 kilometer. Secara keseluruhan, penanganan pada segmen yang dijelaskan tersebut mencapai sekitar 10 kilometer.
“Kalau kita melihat kondisi jalan sebelumnya, memang masih banyak bagian yang tidak mantap dan mengalami kerusakan. Karena itu, kami melakukan intervensi melalui pekerjaan peningkatan jalan,” jelas Muh Said.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong percepatan pekerjaan, terutama pada tahapan penghamparan material agregat dan pemadatan menggunakan alat berat.
“Kami berupaya mempercepat pekerjaan. Targetnya sampai Desember sudah ada progres yang bisa terlihat di lapangan. Karena itu, pekerjaan agregat terus kami dorong agar tahapan berikutnya bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Terkait ruas jalan Ambesea, Muh Said menjelaskan bahwa penanganannya juga dilakukan dalam dua segmen dengan total panjang sekitar 3,8 kilometer.
“Untuk ruas Ambesea, penanganannya terbagi dalam dua segmen. Pola pekerjaannya juga sama, kami percepat mobilisasi material agar pekerjaan di lapangan bisa berjalan,” ujarnya.
Selain meninjau pembangunan jalan, Gubernur juga mengunjungi pembangunan rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Torobulu–Tampo yang dilaksanakan melalui Dinas Perhubungan Sultra dengan anggaran sekitar Rp9 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
Rehabilitasi pelabuhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalur Torobulu–Tampo sebagai penghubung Konawe Selatan dan Kabupaten Muna.
Adapun pada 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengalokasikan pembangunan dan peningkatan jalan provinsi sepanjang 23,9 kilometer untuk wilayah daratan dan 11,7 kilometer untuk wilayah kepulauan.
Melalui pembangunan tersebut, Pemprov Sultra berupaya memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.
Laporan : Rul R.
















































