KONAWE, LINKSULTRA.COM — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi sekaligus peneguhan komitmen DPD Permata Konawe untuk terus menjaga persatuan, melestarikan adat dan budaya Tolaki, serta memperkuat peran masyarakat adat dalam pembangunan daerah dan nasional.
DPD Permata Konawe merupakan bagian dari PERMATA SULTRA (Pemersatu Masyarakat Adat Tolaki Sulawesi Tenggara), organisasi yang sebelumnya bernama Lembaga Masyarakat Adat Tolaki (LMAT Sultra). Organisasi tersebut didirikan pada 2019 dan pada 2026 mengalami perubahan nama menjadi PERMATA SULTRA sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan arah perjuangan masyarakat adat Tolaki.
Ketua DPD Permata Konawe, Achrin Nirawoy, mengatakan momentum kemerdekaan harus dimaknai tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan menjaga identitas budaya daerah.
Menurutnya, masyarakat Tolaki memiliki kekayaan adat dan budaya yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Karena itu, pelestarian nilai-nilai adat harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan dan pembangunan.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi bagi kita untuk terus bersatu, menjaga adat dan budaya Tolaki, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun masa depan,” ujar Achrin.
Ia menegaskan, DPD Permata Konawe akan terus mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun kesadaran generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.
Achrin juga menyampaikan bahwa keberadaan PERMATA tidak dimaksudkan untuk membangun sekat di tengah masyarakat. Sebaliknya, organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah yang mampu memperkuat persatuan dalam keberagaman.
“PERMATA hadir sebagai rumah bersama untuk memperkuat persaudaraan. Kita ingin adat dan budaya Tolaki semakin dikenal, dihargai, dan menjadi bagian dari kekuatan kebudayaan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PERMATA SULTRA, Adi Yusuf Tamburaka, mengatakan perubahan nama dari LMAT Sultra menjadi PERMATA SULTRA merupakan bagian dari babak baru organisasi dalam memperkuat posisi sebagai lembaga pemersatu masyarakat adat Tolaki.
Menurut Adi, PERMATA dibangun dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras maupun golongan.
“PERMATA bukan hanya berbicara tentang identitas adat, tetapi juga tentang persatuan. Kita ingin masyarakat adat Tolaki tetap memiliki akar budaya yang kuat, namun pada saat yang sama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, dalam bulan Agustus 2026, DPP PERMATA SULTRA merencanakan rangkaian kegiatan Deklarasi PERMATA yang akan dilaksanakan di Kompleks Makam Raja Lakidende. Kegiatan tersebut direncanakan dirangkaikan dengan pelaksanaan Mosehe Wonua, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai adat, persaudaraan dan persatuan masyarakat Tolaki.
“Deklarasi PERMATA akan menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen kita terhadap persatuan, kebudayaan dan keberadaan masyarakat adat Tolaki. Kita ingin kegiatan ini menjadi titik awal untuk membangun gerakan kebudayaan yang lebih kuat dan inklusif,” jelasnya.
Adi menambahkan, Mosehe Wonua memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat Tolaki sebagai bagian dari tradisi dan nilai adat yang mengandung pesan tentang penyucian, perdamaian, persaudaraan dan keharmonisan. Karena itu, rangkaian deklarasi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat melihat kebudayaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak harus menghilangkan identitas budaya, melainkan menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang berkarakter.
“Menjaga budaya berarti menjaga jati diri. Tetapi menjaga jati diri tidak berarti menutup diri. Kita harus mampu berdiri teguh dengan identitas budaya sekaligus terbuka untuk membangun persatuan dalam keberagaman,” kata Adi.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dinilai sejalan dengan semangat PERMATA dalam memperkuat persatuan masyarakat.
DPD Permata Konawe bersama DPP PERMATA SULTRA pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kemerdekaan sebagai momentum mempererat persaudaraan, menjaga keberagaman, melestarikan adat dan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
PERMATA SULTRA menegaskan komitmennya untuk terus membawa semangat bersatu, berbudaya, berdaya dan berdaulat, dengan menjadikan adat dan budaya Tolaki sebagai bagian dari kekuatan kebudayaan Indonesia.















































