Famtrip Overland Jadi Awal Promosi Pajongang, Potensinya Tak Kalah dari Labengki

BOMBANA, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Bombana mengapresiasi pelaksanaan Famtrip Overland yang menjadikan kawasan Pajongang sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi dalam rangkaian perjalanan wisata tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Famtrip Overland Tiga Kabupaten digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan ini akan menjelajahi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bombana, Kolaka, dan Kolaka Timur pada 7–9 Agustus 2025.

 

Menariknya, kegiatan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara bersama komunitas dan pegiat pariwisata tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran pemerintah atau tanpa budget khusus.

Kegiatan ini lahir dari semangat gotong royong para pelaku dan pemerhati pariwisata yang memiliki kepedulian untuk memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Tenggara kepada masyarakat yang lebih luas.

Famtrip Overland secara resmi dilepas di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Jumat (7/8/2026). Rombongan kemudian melakukan perjalanan darat menyusuri sejumlah destinasi wisata di Bombana, Kolaka, dan Kolaka Timur.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Bombana secara lebih luas, khususnya kawasan Pajongang yang dinilai memiliki keindahan alam yang masih alami.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, kami mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga dengan kegiatan Famtrip Overland ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk memperkenalkan bagaimana Bombana yang sebenarnya, bagaimana Bombana yang seutuhnya,” kata Ahmad Yani.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya memang telah beberapa kali dilakukan, namun dengan jumlah peserta yang relatif terbatas. Berbeda dengan Famtrip Overland kali ini yang melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara serta peserta dari berbagai unsur.

Ia menilai semakin banyak pihak yang datang dan melihat langsung potensi wisata Bombana, maka peluang destinasi tersebut dikenal lebih luas juga semakin besar.

“Kalau yang lalu sudah berkali-kali, tapi hanya satu-dua mobil, mungkin sekitar 20 orang. Tetapi sekarang dengan melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi, tentu semakin banyak orang yang bisa memperkenalkan bagaimana Bombana yang sebenarnya,” ujarnya.

Pajongang Dinilai Punya Lanskap Wisata yang Lengkap

Ahmad Yani secara khusus menyoroti potensi Pajongang yang menurutnya masih sangat alami dan belum banyak tersentuh pembangunan buatan manusia.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki kombinasi panorama laut, padang savana, perbukitan dan pegunungan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Apalagi diadakan di sini, di Pajongang. Di sini masih alamiah, tidak ada yang disulap, tidak ada buatan manusia. Landscape-nya sangat bagus. Kalau ke bawah langsung ke laut, kemudian ada padang, gunung-gunungnya, bukit-bukitnya, serta udaranya,” jelasnya.

Menurutnya, potensi tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara.

Namun, ia mengakui salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum maksimalnya sosialisasi dan promosi destinasi tersebut kepada masyarakat luas.

“Yang jadi masalah sampai hari ini karena belum tersosialisasi dengan baik. Tetapi dengan kegiatan ini, yang merupakan awal, insyaallah ke depannya akan lebih baik,” katanya.

Dorong Kolaborasi hingga Pemerintah Pusat

Ahmad Yani berharap kegiatan Famtrip Overland dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mempromosikan potensi wisata daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, M. Ridwan Badallah, atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Dengan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi, Pak Ridwan, terima kasih. Artinya dengan kegiatan ini walaupun kegiatan ini non-budgeter, tidak ada perjalanan dinas di dalamnya, baik dari Kabupaten Bombana juga tidak ada,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Yani, seluruh peserta hadir karena kepedulian dan keinginan untuk melihat secara langsung potensi wisata yang dimiliki Bombana.

Ia berharap, setelah kegiatan ini, promosi dapat diperluas hingga tingkat Sulawesi Tenggara maupun nasional sehingga semakin banyak wisatawan dan pihak terkait yang mengetahui keberadaan destinasi wisata di Bombana.

“Ini baru awal. Akan lebih bagus nanti ke depannya kalau sudah ada funding atau sudah tersosialisasi sampai ke Sulawesi bahkan ke Jakarta,” ujarnya.

Disebut Tak Kalah dari Labengki

Ahmad Yani juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi wisata Pajongang. Ia menilai Bombana memiliki kekayaan alam yang tidak kalah dengan destinasi wisata lain yang telah lebih dahulu dikenal di Sulawesi Tenggara.

Ia bahkan membandingkan potensi Pajongang dengan Labengki di Kabupaten Konawe Utara yang selama ini telah dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Sultra.

“Kalau yang lalu yang tersosialisasi di Sulawesi Tenggara dengan Wakatobi-nya, kemudian juga Konawe Utara dengan Labengki, di sini tidak kalah dengan Labengki. Malah lebih bagus di sini,” tegasnya.

Menurutnya, keunggulan Pajongang terletak pada perpaduan antara potensi wisata bahari dan daratan.

“Lautnya ada, sagu juga ada, daratnya kena, savananya kena, kemudian ada gunung-gunung dan bukit-bukit. Jadi lengkap,” katanya.

Karena itu, ia berharap kegiatan Famtrip Overland dapat menjadi momentum untuk membuka mata pemerintah pusat bahwa Kabupaten Bombana memiliki potensi destinasi wisata yang layak dikembangkan dan dipromosikan secara lebih luas.

“Harapan kami mudah-mudahan dengan berkah kegiatan ini akan tersampaikan kepada pemerintah pusat bahwa ternyata ada dunia nyata yang ada di Kabupaten Bombana. Mudah-mudahan walaupun dengan efisiensi pemerintah pusat, dapat menindaklanjuti, melihat dan ini bisa dieksplor ke mana-mana,” pungkas Ahmad Yani.

 

 

Laporan : Rul R.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *