Gubernur Andi Sumangerukka Pastikan Stok Pangan Sultra Aman hingga Tiga Bulan

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Sultra dalam kondisi aman dan mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran Forkopimda untuk memantau stok dan stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada hari ke-14 bulan Ramadan atau Selasa, 4 Maret 2026. Agenda Gubernur dimulai sejak pukul 08.30 Wita dengan pemantauan langsung harga barang kebutuhan pokok di Pasar Mandonga. Selanjutnya, Gubernur meninjau ketersediaan stok pangan di Gudang Bulog Punggolaka, guna memastikan cadangan beras dan komoditas strategis lainnya dalam kondisi aman.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Wings untuk memantau distribusi barang kebutuhan rumah tangga, sebelum ditutup dengan pemantauan harga dan aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan The Park Kendari.

Dalam keterangannya, Gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di pasar dan gudang penyimpanan, stok bahan pangan utama seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas lainnya masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

“Untuk stok, hasil penilaian kita aman. Beras cukup sampai tiga bulan, minyak goreng tiga bulan, dan komoditas lainnya juga aman. Jadi dari sisi ketersediaan tidak ada masalah,” ujar Andi Sumangerukka.

Selain stok, Gubernur juga menyoroti kondisi harga di pasar. Dari hasil pemantauan di pasar tradisional, mayoritas harga bahan pokok masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan beberapa komoditas dijual di bawah HET.

Namun demikian, ditemukan tujuh komoditas yang harganya belum sesuai dengan ketentuan HET, yakni cabai keriting dan cabai rawit, ayam ras, telur ayam, daging, bawang putih, serta bawang merah.

“Terkait itu, saya sudah perintahkan Kadis Perindustrian dan Perdagangan bersama instansi terkait untuk segera menertibkan. Saya beri waktu agar harga kembali sesuai HET. Jika tidak, saya akan turun langsung melakukan pengecekan,” tegasnya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga menjelang Ramadan merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi. Umumnya, kenaikan harga terjadi pada awal Ramadan, kemudian menurun di pertengahan bulan, dan kembali meningkat menjelang akhir Ramadan akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Ini siklus yang normal karena kebutuhan meningkat. Yang penting stok kita cukup dan harga jangan sampai dimainkan. Daya beli masyarakat harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sultra menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *