KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali kejayaan kakao Sultra melalui Program Pengembangan Perkebunan Kakao Rakyat (PAKAR).
Program strategis ini digulirkan sebagai upaya peremajaan perkebunan rakyat sekaligus memperkuat posisi Sultra sebagai salah satu sentra kakao terbesar di Indonesia.
Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PAKAR di Kendari dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kakao, Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan, Direktorat Perbenihan Perkebunan, serta Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI.
Rakor juga diikuti kepala dinas perkebunan dari tujuh kabupaten sentra kakao di Sultra, yakni Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Bombana, bersama perwakilan kelompok tani.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. L.M. Rusdin Jaya, M.Si, menyampaikan bahwa program PAKAR selaras dengan visi besar Gubernur Sultra.
“Ini merupakan implementasi Tri Cita Bapak Gubernur Andi Sumangerukka, khususnya dalam menumbuhkan perekonomian melalui penguatan potensi pertanian, maritim, serta dunia usaha. Semua diarahkan untuk mewujudkan Sultra Maju menuju masyarakat yang aman, sejahtera, dan religius,” jelasnya.
Rusdin menambahkan, fokus utama program PAKAR adalah peremajaan tanaman kakao rakyat yang kini menghadapi tantangan serius.
“Produksi dan produktivitas terus menurun karena tanaman sudah menua, serangan hama, dan alih fungsi lahan. Dengan peremajaan, kita harapkan mutu dan hasil panen meningkat signifikan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” terangnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program ini akan sangat menentukan posisi Sultra dalam industri kakao nasional.
“Rakor ini menjadi tonggak awal percepatan hilirisasi kakao di Sultra. Dengan dukungan penuh Bapak Gubernur serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, kejayaan kakao Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara, insya Allah bisa kita bangkitkan kembali,” pungkasnya.
Laporan: Rul R
















































