KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra akan melakukan renovasi total terhadap kawasan Tugu MTQ Kota Kendari.
Hal ini ditegaskan setelah ia meninjau langsung kondisi bangunan yang kini dianggap sudah sangat memprihatinkan.
Gubernur mengungkapkan bahwa sejumlah bagian Tugu MTQ mengalami kerusakan sejak lama dan membutuhkan pembenahan besar.
“Saya lihat di atas, masuk ke dalam, dan sejak dibuat sampai sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Lampu-lampu sudah tidak ada, platform sudah rusak, dan seluruh infrastrukturnya membutuhkan perbaikan,” ujarnya, Jumat sore, 22 November 2025.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan revitalisasi total dimulai pada tahun 2026 setelah proses perhitungan kebutuhan anggaran selesai.
“Anggaran nanti baru saya suruh hitung. Setelah itu baru kita koneksikan dengan pengembangan kawasan wisata kuliner,” ungkapnya.
Gubernur juga memastikan bahwa pedagang kuliner yang sudah terdata sebanyak 100 orang akan menjadi bagian dari penataan kawasan tersebut.
Selain menghidupkan kembali nilai sejarah kawasan MTQ, Andi Sumangerukka menyebut kawasan ini nantinya akan menjadi ruang publik yang terintegrasi dengan wisata kuliner, jalur untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, serta area edukasi sejarah Sulawesi Tenggara.
“Ini akan menjadi kebanggaan kita bersama setelah direnovasi total,” tegasnya.
Kadis Cipta Karya Sultra: Banyak Fasilitas Rusak, Termasuk Lampu, Kabel, dan Lift
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Effendi Patulak, yang turut mendampingi Gubernur, mempertegas kondisi kerusakan fasilitas di dalam bangunan Tugu MTQ.
“Pak Gubernur sudah melihat langsung kondisi bangunan MTQ. Banyak bagian lantai yang rusak, fasilitas yang ada sudah banyak yang tidak berfungsi, mulai dari kabel-kabel listrik, lampu, hingga sistem lainnya. Namun secara struktur bangunan masih kuat,” jelasnya.
Effendi menyebut, perintah Gubernur saat ini adalah melakukan perhitungan ulang kebutuhan biaya untuk rehabilitasi berat, khususnya fasilitas interior.
“Pada dasarnya kita hanya perlu memperbaiki laponnya, jaringan listrik, lampu, dan lift. Lift selama ini tidak berfungsi, jadi kita akan menghadirkan teknisi untuk menghitung kebutuhan perbaikannya,” tambahnya.
Menanggapi kondisi tangga darurat yang tampak berkarat, ia menegaskan bahwa akan dilakukan pengecekan ulang sebelum diputuskan apakah perlu diganti atau tidak.
“Itu sebenarnya bukan tangga utama, melainkan tangga darurat dari baja. Karena tidak pernah dipelihara, beberapa bagian berkarat. Nanti kita lihat kembali kondisinya,” ujarnya.
Saat ditanya soal taksiran anggaran, Effendi mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan angka pasti.
“Belum ada gambaran anggaran. Kita perlu assessment dulu, mungkin dalam dua minggu sudah bisa diketahui,” ungkapnya.
Dengan rencana besar yang digagas Gubernur Andi Sumangerukka, Pemerintah Provinsi Sultra berharap Tugu MTQ kembali menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kendari lebih modern, aman, dan representatif sebagai landmark sejarah Sulawesi Tenggara.
Laporan: Rul R.









































