KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa sektor infrastruktur akan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Sultra pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah dan meningkatkan pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Iya, untuk infrastruktur tahun depan ada beberapa program utama, seperti pembangunan jalan menuju bandara, ruang VIP, dan peningkatan jalan umum. Program kita memang ada empat prioritas, salah satunya infrastruktur. Ini menyangkut pelayanan publik yang dirasakan masyarakat dan memiliki dampak ekonomi. Jalan dan rumah sakit termasuk prioritas karena keduanya memberi efek langsung bagi kesejahteraan,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka di Kendari.
Ia menegaskan, meski anggaran daerah terbatas, pemerintah tetap akan mengedepankan asas prioritas dalam menentukan lokasi dan jenis proyek yang dikerjakan.
“Kita lihat daerah mana yang lebih mendesak. Tapi bukan berarti yang lain tidak dikerjakan, semua tanggung jawab provinsi tetap kita selesaikan secara bertahap,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pemprov Sultra telah memulai sejumlah kegiatan peningkatan infrastruktur, seperti pemeliharaan jalan di Kompleks Lanud Haluoleo, penataan area parkir VIP Bandara Haluoleo, serta peningkatan ruas jalan penghubung antarwilayah di Konawe Selatan dan Kolaka Timur.
Selain itu, pembangunan fasilitas publik seperti rumah sakit daerah dan pusat layanan terpadu juga masuk dalam rencana kerja tahun depan.
Andi Sumangerukka yang resmi menjabat Gubernur Sultra periode 2025–2030 sejak Februari lalu menekankan pentingnya kesinambungan program pembangunan.
Menurutnya, setiap kebijakan harus memiliki tahapan dan target yang jelas agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Tahun ini kita kerjakan yang prioritas, tahun berikutnya kita lanjutkan. Semua tanggung jawab provinsi akan kita selesaikan,” tegasnya.
Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin itu juga menilai, pembangunan infrastruktur bukan hanya tentang memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kita ingin pembangunan tidak berhenti di aspal atau gedung, tapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.
Dengan strategi berbasis prioritas dan pendekatan bertahap, Gubernur Andi Sumangerukka optimistis pembangunan Sultra ke depan akan lebih merata, efektif, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Laporan: Rul R.










































